Kamis, 17 November 2011

CAMBODIA, KINGDOM OF WONDER...........

Pagi - pagi sekali kita udah bangun karena dah janjian sama supir tuk-tuk yang akan membawa kami ke Angkor Wat jam 5 pagi. Si abang tukang tuk-tuk ternyata dah standby di lobby dari jam setengah 5 tadi, begitu kita turun dia langsung menyiapkan tuk-tuknya dan kami langsung melaju menembus kota Siem Reap yang masih terlelap dalam kegelapan subuh dingin itu menuju lokasi Angkor Wat berada. Sekitar 15 menit perjalanan tuk-tuk berhenti tepat di loket masuk kota candi tersebut, dengan bahasa isyarat abang tuk-tuk mempersilahkan kami untuk bergerak menuju loket yang sudah menunggu seorang gadis manis dengan pakaian khas khmer yang menyambut kami dengan menangkupkan kedua tangannya didada.
"where you came from ?"  tanyanya.
''Indonesia" jawab kami.
Kami satu persatu di arahkan untuk berdiri dan menghadap sebuah alat dan setelah itu membayar tiket masuk. Ternyata kami di foto..yang fotonya langsung di cetak di tiket masuk. Harganya USD20 untuk tiket 1 hari, selain itu ada juga tiket yag dijula untuk 2 hari, 3 hari dan seminggu.

Selesai urusan tiket kami kembali naik tuk-tuk yang kembali melaju dan mengitari sebuah kolam besar. Tuk-tuk berhenti di gerbang Angkor Wat dan menurunkan kami disana. sopir tuk-tuk bilang akan menunggu kami di sudut lapangan bila kami nanti keluar dari komplek candi tersebut.
Jam 5 pagi yang gelap itu ratus orang sudah berada disana meraba-raba menapaki bebatuan candi dan mencari posisi yang strategis. Apalagi yang dituju kalau bukan mengambil foto sunrise matahari yang akan bergerak naik  melewati tiga menara candi Angkor Wat. Ketika saat itu tiba ratusan dan mungkin ribuan foto pun tercipta dari orang-orang yang berasal dari berbagai bangsa .

Puas foto-foto kami mulai menelusuri komplek candi angkor wat , dan karena keasikan berburu spot-spot bagus dan menikmati kekokohan bangunan yang menyimpan berjuta cerita itu akhirnya kami terpisah satu sama lain. Saya dengan seorang teman asik menelisik patung-patung apsara disana termasuk bekas kolam dan menara2 nya . Sedangkan teman yang lainnya udah ga tau lagi dimana. Untuk 3 menaranya itu terlihat plang yang melarang pengunjung menaikinya dikarenakan curamnya tangga yang ada. Sempat terpikir bagaimana orang-orang dahulu menaiki tangga yang curam dan berundakan tipis tersebut,..waduh kalau jatuh gimana ya?....

Puas menikmati candi-candi tersebut sayapun melangkah keluar dan menuju tuk-tuk yang menunggu di sudut lapangan bersama dengan puluhan tuk-tuk lainnya. Setelah menunggu beberapa lama sampai semua teman kembali berkumpul barulah kami melanjutkan perjalan menuju lokasi berikutnya. Kali ini kami di turunkan si abang tuk-tuk di komplek candi Bayon. Candi ini terkenal dengan patung-patung muka dari salah satu raja Khmer. Dimana-mana ada patung muka si Raja di bagian atasnya, sementara di dasar candi dinding-dindingnya tergambar relief cerita Perang Bharatayuda atau Ramayana gitu deh....ga paham juga haha.... termasuk juga relief perang kerajaan khmer dengan negara tetangganya. Kalau ga salah ingat disini juga terdapat relief kehidupan sehari-hari rakyat khmer jaman dulu, persis seperti jaman kerajaan di Jawa, ada orang-orang yang lagi mengolah padi, ada yang lagi nyambung ayam, lagi ngemong anak dll, abis itu...ya perang lagi.

Dari Bayon kita berjalan menelusuri bekas lokasi pertandingan adu gajah atau dikenal dengan nama Elephant Terrace. Saya dan Diah menyelusuri depannya dan berfoto di spot yang mirip dengan yang terdapat di postcard, sedangkan teman lainnya ternyata ada yang menyelusuri dari bagian dalam teras elephant tersebut dan tiba-tiba dah sampai duluan di tempat tuk-tuk parkir.

Dari sana naik tuk-tuk lagi menyelusuri jalan yang sebahagian terbenam genangan air sisa banjir meliuk-liuk menyusuri hutan menuju candi berikutnya, nah yang ini lupa namanya.....
Sehabis dari candi itu baru tuk-tuk membawa kami ke candi Ta Prom yang terkenal karena film Tomb Raider pernah mengambil lokasi disini. Disini ada kejadian , ketika kami mau keluar dari candi ternyata salah satu pohon yang membalut candi roboh dan menimpa salah seorang pengunjung  tepat di samping yoffa yang sedang mengambil foto disana, Alhamdulillah yoffa tidak sampai terluka.
Dari sana si abang tuk-tuk membawa kami mengunjungi 2 lokasi candi lagi, namun sayang karena kondisi candi yang terendam air karena banjir membuat niat teman2 untuk masuk ke dalam menjadi surut dan akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari lokasi bekas kerajaan Angkor itu dan berganti arah menuju national museum yang berlokasi di kota.
Kami di drop di depan pintu masuk museum dan si abang tuk-tuk  kembali balik ke penginapan dan berjanji menjemput kami 2 jam kemudian. Tiket masuk museum USD12.
Dari museum kami kembali ke penginapan di jemput oleh abang tuk-tuk yang lain dikarenakan abang tuk-tuk sebelumnya lagi dapat tugas menjemput tamu di bandara. Istirahat sebentar dan pas jam 2 siang mobil jemputan yang akan membawa kami ke pool bus Sorya transport telah datang menjemput. Mobil jemputan tersebut seperti L300 disini tapi rada besaran. penumpangnya umpel2an di dalam, rata-rata bule. Perjalanan menuju terminal bis bus Sorya lumayan jauh dari tempat penginapan kami. Sekitar 1 jam-an baru sampai di terminal yang keadaannya persis terminal di kota-kota kecil kita. Banyak pedagan asongan disana yang menjual roti prancis. Ibu-ibu yang ikutan bus Sorya tujuan Pnom phenh banyak yang beli roti itu untuk cemilan di jalan.

Bus Sorya punya seat 2-2, dan AC yang beberapa diantaranya udah dol salurannya. Selain di terminal, bus ini juga mengambil penumpang di sepanjang jalan yang dilaluinya, cuman saya nggak lihat ada penumpang yang sampai berdiri, semuanya mendapatkan tempat duduk. Perjalanan ke Pnom Phenh (yang artinya Bukit Phenh, Phenh ini nama seorang ibu-ibu yang pertama kali mendiami Pnom phen) ditempuh selama 6 jam. Jalan sepanjang rute ini termasuk bagus , kita melewati banyak kampung disini, ada Kampong Throm dan Kampong Cham. Selama perjalanan kami menonton film China lucu yang membuat seisi bus tertawa terbahak-bahak yang diputar pak sopir. Saya pun sempat ngobrol dengan ibu-ibu yang duduk di kursi samping saya. Saya ngobrol dengan bahasa Indonesia , si ibu ngomong bahasa Khmer, ga nyambung ya.......hehe.

Bus Sorya memasuki poolnya di Pnom Phenh jam 8 malam. Dan Seorang supir tuk-tuk kembali terlihat memgang karton dengan nama saya menunggu di luar. Si abang tuk-tuk itu kemudian membawa kami ke Starwood guest house yang sudah kami pesan jauh-jauh hari.



 
 

Senin, 14 November 2011

HO CHI MINH....HERE WE COME

Setelah lama ditunggu-tunggu akhirnya trip ke Vietnam sampai juga di hari eksekusinya (halah....). Sayang salah satu teman yang dah siap berangkat gagal pergi karena ada keperluan keluarga yang mendadak. Seperti biasa kita janjian ketemuan di Hoka Hoka Bento terminal II Soetta 2 jam sebelum jam keberangkatan. Dan seperti biasa juga saya yang paling akhir datangnya :)

Sesuai peraturan baru dari AirAsia kita dah check in duluan melalui web nya sehingga nyampe di bandara kami tinggal bayaran airport taxnya dan langsung cabut ke loket imigrasi. Duduk2 dulu sebentar di ruang tunggu sebelum masuk gate ngabisin minuman dan akhirnya pesawat kami mengudara setelah delay 15 menitan.

Mendarat di  bandaraTan Son Nhat  Internasional yang sepi sekitar jam 8 an, orang vietnam pertama yang saya temui adalah petugas imigrasi dengan nama Nguyen, yang kedua adalah sopir yang menjemput kami di bandara, tapi ga tau namanya karena ketika saya tanya "you speak english..?" dianya geleng-geleng kepala, pas yoffa nanya "you speak china...?" dia juga geleng2 kepala...trus.."you speak vietnam?' kitanya yang geleng-geleng kepala hehe....

Di malam itulah pertama kali saya kecele sama tempat sopir, pas mau masuk  kursi mobil di depan ...lha kok ada setirnya?  Ternyata di sana setir mobil di kiri dan kursi penumpang di kanan...uhui..unik juga..

Menjelang malam itu lalu lintas terlihat biasa saja, tidak terlalu ramai, dan seperti yang banyak di beritakan memang disana banyak sepeda motor, dimana-mana sepeda motor. Salah seorang guide yang kami temui disana bilang penduduk Saigon (HCMC) ada 5 juta dan sepeda motor ada 3 juta......
Dibeberapa Distrik malah aktivitas terlihat  sudah tutup, ketika memasuki distrik 1 (Quand 1) dimana hotel kami berada barulah terlihat aktivitas manusia masih ramai.

Dengan bahasa tubuh si sopir menunjukan gerbang masuk ke Luan Vu Hotel yang sudah kami pesan jauh2 hari. lokasi hotel memang berada di sebuah gang dari jalan utama, sehingga keramaian jalan bui vien yang merupakan lokasi turis di Saigon tidak sampai ke hotel.
Seperti yang sudah diduga sebelumnya kesulitan utama kami di sini adalah untuk menemukan makanan halal...kalau bisa makanan melayu atau warteg sekalian (ngareeep....), apa daya sepanjang jalan bui vien dan pan ngu lao itu tidak ada satupun restaurant melayu ( restauran VN Vietnam yang info nya menyediakan makanan melayu juga tidak buka ketika kami mencoba mencarinya keesokan hari ). Akhirnya dibuat keputusan untuk memasuki restaurant yang pasti halal...restaurant India..walau bumbu2 nya rada2 nehi di mulut kita. Jadi malam itu acara diisi dengan nyari resto India, pesan nasi goreng telor (satu2nya masakan yang dimengerti) dan pesan tour Cu chi tunnel untuk besoknya.

Besok jam 7 kami dah breakfast dengan roti tawar plus egg dari hotel, dan bersiap menunggu jemputan tour. Jam 8 lewat guide kami datang menjemput dan bersama bule2 lain kami memasuki sebuah mobil van 16 orang. Peserta pagi itu selain kami yang dari Indonesia ada beberapa remaja dari Peru, USA, Finlandia, Thailand dan England. Perjalanan menuju daerah cu chi tersebut sekitar dua jam di selingi berhenti di suatu tempat untuk yang mau ke toilet. Daerah yang kita lalui sepanjang perjalanan persis seperti di daerah Sumatera sana. Kalau ga lihat tulisan dan bahasa yang digunakan pasti kami berpikir lagi di salah satu daerah dekat Jambi sana.

Guide kami yang terlihat bersemangat namun dengan bahasa Inggris yang terdengar aneh sepanjang perjalanan memberikan informasi yang perlu dan yang tidak perlu kepada peserta perjalanan. Saya yang duduk pas di belakang guide tersebut terpaksa rela kena muncratannya ketika ia berbicara dengan berapi-api. Ini tour Rambo..katanya. Maksudnya ketika Rambo kalah sama orang Vietnam.

Sesampai di lokasi kami membayar biaya tiket masuk yang ternyata tidak termasuk biaya tour. Biayanya 80.000 dong atau 40 rebu perak.

Pertama kita diajak dulu melihat video tentang sejarah lokasi cu chi tunnel tersebut. Setelah itu melihat lobang-lobang masuk ke lorong bawah tanah yang sangat kecil hanya pas di badan saja, kemudian lubang2 udara yang terlihat disamarkan untuk menghindari kecurigaan musuh. Diterangkan juga gas orange yang digunakan Amerika ketika berperang dulu yang merupakan pelanggaran hukum perang karena sangat mengerikan akibat yang ditimbulkan.
Selain itu juga di perlihatkan gubuk2 tempat pengolahan bom menjadi senjata, ruang rapat, ruang makan, tempat bikin sendal pasukan. Selain itu ada tempat memperlihatkan jenis2 jebakan mematikan yang dibuat oleh tentara vietnam selama berperang. Kemudian sebuah tank hancur mejeng disana untuk tempat berfoto para turis. Perjalanan diakhiri dengan mengunjungi arena menembak yang suara tembakannya cukup memekakan telinga. Satu tembakan satu peluru satu dollar......
Tidak lupa kita disuguhi ubi rebus plus gilingan kacang. (yah makanan sehari2 kita dah hehe.......)

Pulang dari cu chi tunnel udah jam 3 sore, perut lapar dan kami kembali tergopoh2 mencari resto India untuk makan siang yang telat. Kembali ke hotel beres2 termasuk mandi, kami kembali siap2 untuk mengexplore Saigon.

Dari hotel kami berjalan kaki menyusuri de tham street, pan ngu lao , sebuah taman dan akhirnya terlihatlah patung kuda itu, langkah kaki pun tak bisa ditahan memasuki sebuah gedung besar bernama Ben Tham market, ratusan pedagang disana berteriak2 menawarkan dagangannya, dan tentu saja sasaran kami menuju stall yang menawarkan souvenir2. Ada gantungan kunci (oleh2 seribu umat..) hiasan pensil, magnet, tas, dompet, t-shirt, topi dll. Semua pakai tawar menawar... dan tak terasa ketika keluar dari gedung tersebut hari sudah malam.
Setelah capek keliling2 akhirnya kami kembali ke hotel dan sempat mampir di sebuah stall pas di sudut buffalo cafe di simpang bui vien dan de tham yang hanya menjual nasi goreng ayam dan telor untuk makan malam.



 











Keesokan harinya jam 6 pagi kami sudah check out dari hotel dan bergegas menuju Sinh cafe, dan nggak sempat sarapan lagi,disana sudah menunggu bus yang akan membawa kami ke Siem Reap. Bus berangkat tepat waktu, jam 6.30 kami meninggalkan pelataran parkir menuju perbatasan vietnam dan Kamboja di Moc Bai, hanya 2 jam dari saigon.
Disana sempat diperingatkan petugas karena kita masih sempat narsis2 an dengan ngambil foto di dalam ruangan imigrasinya.  Jadi sebelum masuk imigrasi paspor kita akan diminta oleh guide kita yang menemani dari Saigon untuk diuruskan visa dan proses imigrasinya, kita nanti tinggal nunggu di depan loket dan dipanggil namanya untuk menerima paspor yang sudah di cap. Setelah melalui loket imigrasi kita akan diperiksa petugas kesehatan karantinanya dengan menempelkan semacam alat pendeteksi ke leher kita, lolos dari sana kita kembali ke dalm bus. Hanya 5 menit bus berjalan kita harus turun lagi untuk melewati imigrasi kamboja di Bavet.
Jam 12 siang bus sampe di Pnomphenh. Disana penumpang yang akan menuju siem reap harus turun dan menunggu untuk bertukar bus rute pnom phenh - Siem reap. Perut lapar jadi kami sempatkan keliling menuju pasar yang berada di dekat pool sinh cafe tersebut untuk mencari makanan. Dan lagi2 tidak menemukan resto halal. Sempat mau beli roti yang terlihat sangat menggiurkan dan sepertinya tak mungkin ga halal...pas ditanya sama penjualnya apakah ini mengandung pork?  si penjual bilang tidak, hore ok dong....tapi ketika yoffa memastikan lagi..si penjual bilang no pork...but pig..pig.. Yahaaha..apa bedanya...haha.. Akhirnya balik lagi deh ke pool...puasa deeeeeh....

Jam 8 malam sampai di pool sinh cafe di Siem reap. Untung sekali dari atas bus udah terlihat seseorang menenteng kertas bertuliskan "Indra". Pasti itu jemputan dari guest house kami. Lega deh soale sempat deg-deg an kalau ga ada yang jemput kita mo kemana karena buta sama sekali dengan daerahnya.

Ok, dengan tuk-tuk yang dikemudikan oleh pak kusir yang baik (eh..kok pak kusir, emang dokar..) kita diantar ke Victoria Guesthouse. Lokasinya agak masuk ke dalam, kamarnya besar dan bersih. CS nya sangat membantu sekali, dia sedikit kaget ketika menghitung jumlah kami, kok kurang satu? ..kami jawab.. one more friend not go...


Rabu, 31 Agustus 2011

GO TO SHENZEN....

Hari ini rencananya adalah mencoba peruntungan untuk memasuki Shenzen, sebuah area teritory dari People Republic of China yang bersinggungan langsung dengan Hongkong. Tentu saja untuk memasuki daerah tersebut kita perlu kulo nuwun dulu sama yang punya daerah. Masalahnya adalah apakah "minta ijn" kita di restui oleh otorita sana apa ngga. Berbeda dengan Hongkong untuk memasuki negara PRC pemegang paspor Indonesia harus mengantongi visa sebelumnya alias tanda bukti kalau udah di beri ijin memasuki rumahnya walau cuman sebentar. Denger2 info untuk sekarang ini kita2 yang orang Indonesia ini diperbolehkan memasuki Shenzen dengan VOA (visa on arrival) yaitu visa nya minta langsung di perbatasan dan ga usah ngurus dulu di kedutaan PRC di negara asal. Karena ini dasarnya juga "denger2" maka berjalannya rencana ini dengan sukses atau tidak tentu tergantung dari benar atau tidaknya info tersebut. Jadi dari awal rencana kita ini nothing to lose alias coba-coba aja, kalau berhasil sukur kalau ga ya kasihan banget......

Pagi-pagi setelah berkemas dan beli bekel roti dan air minum di swalayan depan hostel kami segera menggendong backpack dengan tujuan pertama meletakan bawaan kita tersebut ke hostel yang baru karena hostel sebelumnya gagal untuk kita perpanjang waktunya dikarenakan sudah full booked. Dari beberapa pilihan yang terbatas akhirnya kami mendapatkan sebuah hostel di areal Chunking Mansion bernama Four Season (keren ya namanya...). Chunking Mansion sebenarnya sama saja dengan gedung hostel-hostel backpacker lainnya di Hongkong, cuman sebelumnya jauh-jauh hari saya selalu menghindari untuk memilih gedung ini dikarenakan info-info yang saya terima bahwa disana rada hussle, banyak calo2 hostel baik orang daratan maupun orang item, dan ada juga cerita salah satu turis yang dah booking salah satu hostel malah diberikan hostel yang lain oleh para calo. Tapi karena keadaan yang mendesak dan tidak banyak pilihan hostel yang available saat itu akhirnya kami booking juga sebuah hostel disana.

Dari Mongkok kami menaiki bus dan turun pas di depan pintu Chunking Mansion, dan setelah sempat tukar duit di money changer seberang jalan ( ga mau yang di dalam Chunking mansion.....) dengan langkah mantap dan cuek dari tatapan mata para calo kami langsung menuju pintu lift yang dijaga seorang satpam yang tampak tegas mengatur antrian yang berderet panjang. Disalah satu lantai kami keluar dan mencari2 papan nama hostel tersebut dan akhirnya disebuah sudut gedung terpampanglah nama hostel Four Season. Setelah memencet bel di pintu akhirnya kami diterima seorang bapak2 yang memeriksa bookingan kami lewat secarik kertas di mejanya. Ada nama kami disana, tapi pagi itu kamar-kamar yang kami pesan belum available dan harus menunggu sampai jam 12. Ok no problem, kami titip tas2 disana kemudian turun keluar gedung dan langsung turun ke stasiun MRT yang pas berada di depan gedung Chunking Mansion. 

Dari stasiun Jordan kami menuju stasiun Prince Edwar, dari sana ambil jalur Tiu Keng Leng berhenti di stasiun Kowloon Tong, trus naik mtr yang menuju LO wu, hati2 lo jangan salah kereta karena ada juga Mtr yang menuju stasiun  Lok Ma Chau dan arahnya sama...

Di Lowu kami turun dan mengikuti arus orang-orang yang menuju loket imigrasi untuk menyeberang ke Shenzen. Dan seperti yang telah di ceritakan di postingan sebelumnya kami sempat adu mulut dulu dengan imigrasi Hongkong ketika akan keluar. Lolos dari sana dengan mengikuti petunjuk yang jelas terpampang kami mengikuti arah untuk pengurusan visa di lantai 2. Disana kami langsung isi form yang tersedia dan kemudian memberikannya beserta paspor ke loket pertama. Di loket tersebut kita diberikan nomer untuk pengambilan dan pembayaran visanya. Lumayan lama menunggu disana karena banyaknya pemohon dan rata-rata adalah orang Indonesia. Ketika nomer kita dipanggil satu persatu kami menyerahkan uang pembayarannya sebesar 160 RMB dan kemudian menunggu lagi untuk dipanggil menerima paspor yang sudah ditempeli visa for Shenzen special area. 

Berbekal visa tersebut proses di imigrasi China berlangsung lancar, dan ketika keluar dari gedung imigrasi dan juga sebuah mall terpampang di hadapan kami deretan gedung2 tinggi tak ubahnya seperti di Hongkong. Tak berlama-lama menghirup udara Shenzen kami segera memasuki basement lagi menuju stasiun metro, disana antri beli tiket di machine ticket. Tiketnya tidak berupa sepotong kertas tapi sebuah koin dan jangan bingung dengan tulisan china di layarnya karena ada pilihan bahasa Inggris untuk memilih stasiun tujuan.

Sambil mengingat-ingat dimana kami harus berhenti saya mengikuti yang lainnya memasuki metro. Keretanya sama dengan MTR, bersih, baru  . Lupa-lupa ingat di dalam MTR atau metro ada TV nya lagi ( jadi lucu ngebayangin kereta commuter kita pake TV hehe.. ) tapi lupa di metro atau di MTR ya....

Tujuan kunjungan singkat kami saat ini adalah Window of the world, turun di Shijiezhichuang. Ketika keluar dari lorong stasiun metro kita langsung berhadapan dengan gerbang WoW. Berhubung waktu yang ngga banyak buru2 kita menuju loketnya, eh ternyata harga tiket lebih tinggi daripada info yang kita dapat sedangkan yuan kita ngepas banget, langsung nyebar nyari money changer disekitar sana. Seperti biasa saya mendekati pihak yang paling bisa di "pegang" kalau di situasi begini, saya nanya ke serombongan polisi muda siapa tahu mereka punya info dimana money changer terdekat disana. Dan ternyata..... tetep mereka ga satupun yang bisa bahasa Inggris sedangkan saya sendiri juga nol pengetahuan bahasa China nya. Akhirnya  salah satu dari kita ada yang mendatangi kantor agent travel disekitar sana yang punya pegawai bisa english dan dapat info kalau money changer terdekat ya ada di dalam stasiun yang kita lewatin tadi. Gradak gruduk kita kembali masuk ke stasiun bawah tanah untuk mencari money changer. Kelar urusan uang yuan kembali kita ngantri di loketnya dan trus segera masuk ke lokasi.

Mungkin dah pada tau kalau WoW itu isi nya miniatur bangunan-bangunan yang jadi landmark masing-masing negara dari seluruh dunia. Ada piramid, menara eiffel, mesjid biru, big ben,air terjun niagara, menara pisa, museoleum, biara dan juga miniatur borobudur ( tapi monas ga ada...).

Keliling-keliling disana, poto sana poto sini hari pun beranjak sore. Kita segera keluar dan langsung naik metro lagi menuju Lo wu. Disana sewaktu ngisi form imigrasi ketemu mba-mba  pahlawan devisa kita yang minta dengan sangat untuk barengan dengan kita soale dia juga baru pertama kali jalan sendiri di Shenzen ini. Setiba di loket imigrasi ternyata lokasi loket kita dengan mba mba tersebut berbeda. Soale si mba mba udah punya sejenis KTP Hongkong ( ga tau namanya..) sehingga dia ngantri di lokasi Hongkong residence, sedangkan kita harus pindah lokasi yang tempatnya lebih jauh dan muter2 jalannya yang khusus bagi Foreigner. Sesampai di Hongkong maunya sih saya dah mo ngegeletak aja di penginapan, apa daya temen sangat antusias sekali untuk keliling nyari oleh2 di street market berhubung kita besok pagi dah harus nyeberang ke Macau. Keliling jauuuh banget mo nyari tas-tas murah, malah ketemunya butik-butik kecil yang ngejual tas paling murah DHK 3000, bahkan ada sebuah tas yang ngegeletak aja di atas papan dengan bandrol DHK 240.000.

And you know what?  bangsa jam 11 an malam kita balik ke hostel dan ternyata pintu hostel dah ditutup. Setelah mencet2 bel cukup lama akhirnya yang jaga hostel keluar ngebukain pintu sambil terkantuk kantuk gitu. Dan...si penjaga dengan alasan karena telah dibangunkan malam-malam gitu oleh kita maka dia minta tips. Eallaaah...


 


Sabtu, 30 Juli 2011

Ngong Ping 360, Disneyland dan Restauran Sedap Gurih

Yap dengan cable car kita meninggalkan terminal cable car di tung chun dan naik melewati rimbun hutan di bukit-bukit hongkong ini, semakin lama cable car beranjak naik dan dari atas kita bisa melihat kota Hongkong yang penuh dengan gedung-gedung tingginya, kemudian juga terlihat bandara Hongkong dengan banyak pesawat2 yang lagi nongkrong, dan terlihat imut2 dari atas sini. Setiap cable car berisi 6 orang, duduk tiga tiga hadap-hadapan. Dibawah kami membentang hutan namun ditengahnya ada semacam trek pad terbuat dari kayu yang menghubungkan antara satu menara dengan menara lainnya dan beberapa kali terlihat ada beberapa rombongan bule yang menyusuri trek dengan berjalan kaki, ow ceritanya lagi treking naik gunung ya..... ya ok juga sih untuk alternatif menuju Ngong Ping. Kalau udah pernah naik cable car di Genting ya mirip2 itulah cable car sama pemandangannya.

Sesampai di terminal akhir cable car kita dah sampai langsung di kawasan Ngong Ping 360,  sekeluarnya dari terminal itu kami langsung ketemu Ngongping Village, sebuah tempat dengan tema desa China dimana disana bertebaran resto dan tempat shopping. Disana ada venue bernama Walking with Budha , sebuah pertunjukan multi media yang menceritakan perjalanan Siddhartha Gautama dari lelaki biasa menjadi Budha. Trus ada Monkey tale theatre yang mempertunjukan secara charming dan comical cerita yang terinspirasi dari cerita terkenal jataka budha.

Disana kami hanya liat2, masuk satu dua toko tapi ga jadi beli apa2, kemudian turun hujan sebentar dan kita neduh di depan toilet...............

Keluar dari Ngongping Village kami menuju Tian Tan Budha, patung budha besar yang merupakan pusat utama Budhisme di Hongkong. Jalanan menuju kesana dihiasi patung2 China (ga ngerti juga itu patung dewa atau pahlawan2 ) di sisi kiri dan kanan jalan, satu dua juga terlihat tenda-tenda yang menjual souvenir. Untuk menuju Tian Tan Budha seperti biasa kita harus menaiki ratusan anak tangga untuk mencapainya. Sesampai diatas kembali kita foto2 dan menikmati hijaunya hutan Hongkong. Ternyata Hongkong bukan hanya berisi hutan beton tapi juga ada hutan beneran. Suatu hal yang mengagumkan juga bagaimana hongkong dengan tanahnya yang terbatas masih bisa mengatur perkembangan kota sehingga tidak mengekspansi hutan dan spot-spot budaya mereka dengan jalan memelihara sekaligus menjadikannya sebagai sumber uang untuk perputaran ekonomi. Yap enggak harus menebang hutan dan menghancurkan bangunan tua untuk mendapatkan uang, dengan memeliharanyapun bisa dapat uang.

Puas mejeng diatas kamipun turun kembali dan sekarang saatnya untuk mengunjungi Po Lin Monastery, alias biara Po Lin, di belakang  biara tersebut terdapat restaurant vegetarian. Jadi setelah puas melihat2 biara kami sempatkan ke restauran tsb karena perut yang sudah minta diisi. Liat2 menu yang murah meriah dapatlah sepiring mie tepung beras. Sekilas seperti mihun goreng dan soal rasa ya gitu deh hehe...pada ga gitu cocok alias ga pada diabisin,apalagi seorang teman yang tadinya dengan semangat ngasih saos sambel ke dalam mi ee...malah rasanya jadi asem..( saya sendiri atas nama menjaga fisik tetap kuat akhirnya menghabiskan mienya selain yang udah di kasih saus sambel....)

















Puas di Ngong Ping 360 kami segera kembali ke Tung Chung untuk melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya. Kali ini kita naik bus untuk turun dengan bus bernomor 23 dengan harga tiket kalo ga salah HKD27 (pakai octopus card soale) yang melewati jalan turun berbelok-belok persis seperti waktu naik bus yang dari the Peak kemaren dan kami diantar menuju terminal akhir Tung Chung.

Tujuan kami selanjutya adalah Disneyland.................
Dari stasiun Tung Chung kami naik MTR menuju Sunny Bay, dari sana ambil lagi MTR yang menuju Disneyland station. Pas yang dari Sunny bay MTR yang menuju Disney terlihat beda dari yang biasanya, jendela2 MTR nya berbentuk Mickey Mouse, trus didalamnya tempat duduk penumpang juga seperti sofa di rumah yang ada belokannya hehe...  selain itu pegangannya juga berbentuk mickey. Di setiap pojokan terdapat patung2 ikon dari Disney seperti patung donal duck, mickey, mini, gufi, pluto dan laennya.

Stasiun Disney memang khusus dibuat untuk penumpang calon pengunjung taman tersebut sehingga ketika MTR tiba distasiun kita langsung berada di dalam kawasan Disney. Setelah melewati gerbangnya ada jalan yang panjang menuju tempat penjualan tiket untuk masuk ke Disneyland, harga tiket HKD350. 

Selepas dari Disneyland hari sudah malam, bergegas kami naik MTR lagi langsung menuju stasiun Central di Hongkong Island. Misi kami malam ini adalah mencari rumah makan Indonesia yang menurut infonya ada di sekitaran Victoria Park atau Wan Chai. Kami sudah dalam kondisi lapar masakan rumah yang akut. Ada teman yang sudah ga makan dari siang demi menyongsong masakan Indonesia apapun yang dapat di kunjungi. Kami sudah ga konek lagi dengan makanan yang biasa kami makan dari kemaren. Dari Central kami naik tram dan bayar HKD2 , selama perjalanan mata kami melototin semua toko yang bisa terlihat dari dalam tram, penumpang tram naik dan turun selama perjalanan kecuali kami. dan akhirnya ketika tram sampai ke perhentian terakhir restauran Indonesia yang dicari ga ketemu juga. Dengan bingung kami turun dari tram dan coba cari petunjuk dimana posisi kami sekarang. Bengang bengong beberapa lama di nowhere place itu akhirnya kembali tanya ke supir tram apakah tram mereka melewati wan chai dn dijawab iya, ya udah dengan setengah pesimis untuk dapat menemukan restauran Indo kami kembali naik tram dan kembali melototi keramaian jalan-jalan Hongkong yang dipenuhi toko2. Kembali saya ngakur ngakurin jalan yang ditempuh dengan gambar di peta. Tempat nya dah keliatan di peta tapi kok ga keliatan ya dari jalan?  Beberapa saat kemudian salah seorang teman berteriak apakah restauran di maksud dekat dengan sebuah plaza terkenal dan   saya jawab iya. Akhirnya kamipun turun di depan plaza Sogo tersebut dan sesaat kemudian restauran itupun terlihat dari kejauhan. Horeeee akhirnya ketemu nasi dan sambal balado lagi.................

Nama restaurannya adalah Sedap Gurih. Restauran ini di kelola oleh seorang ibu dari Indonesia dibantu beberapa pelayan yang juga berasal dari Indonesia. Menu yang ditawarkan di sana 100% indonesia asli, soal rasanya pun asli seperti masakan di Indonesia , ga ada beda sedikitpun. Ada menu ketoprak, telur dan kentang balado, pecel lele, rendang, rawon, ikan goreng dan ikan teri plus kacang goreng. Cumaaaaaan........... soal harga memang maknyus untuk ukuran backpacker ini hehe.......... harga disana untuk satu porsi lauk tidak termasuk nasi paling murah HKD50 alias sekitar 60 ribu, belum kalau pesan air "rasa-rasa", sayur, nasi tambah dll.. saya sendiri akhirnya pilih menu pecel ikan (yang termasuk murah dan juga dah ada sayurannya) plus air putih (yang ini gratis hehe...). Dan memang saat itu kami merasa berada di food heaven....dan baru menyadari bahwa betapa nikmatnya terong balado itu padahal sewaktu di tanah air menu tersebut jarang2 kami lirik....

Disana kami juga ketemu serombongan bapak2 dan ibu2 Indonesia yang sepertinya merupakan rombongan pejabat yang lagi "studi banding" ikut makan disana. Kami memandang iri melihat menu makanan mereka yang berlimpah dan sebagian malah ga diabisin sedangkan kita sendiri..............(halah lupakan...hahaha........)

Perut kenyang , mata mengantuk, kaki pegel,  badan remek, finally kita tertatih-tatih mencari stasiun MTR terdekat untuk kembali pulang menuju hostel. Tidak lupa kami mampir di Warung Chandra yang menjual keperluan dan makanan sehari2 produk Indonesia. Saya beli sebungkus Indomie goreng dan sekotak coffe mix disana. Sayang pemilik toko Chandra yang juga orang Indonesia ga terima uang koin Hongkong, padahal kita punya banyak nih hasil dari kembalian belanja.

 


Rabu, 20 Juli 2011

Mc D , The Peak dan Ladys Market

Setelah selesai dengan urusan kamar, kami segera bersiap2 untuk menjelajahi kota (atau negara ya...) kamar mandi ada di luar kamar, jadi pada gantian mandi, sama seperti kamar hostel yang kecil, kamar mandinya apalagi, kueeeecil amir sehingga buat bergerak aja susyah alias kalau dah masuk ya kaki anteng aja disitu, ga bisa bergerak kemana2 lagi  haha..........

Setelah mandi, siapkan alat tempur (kamera, duit n octopus card plus peta Hongkong hasil jarahan sewaktu di bandara) kami segera keluar dari penginapan dan ketika keluar dari gedung tersebut keramaian manusia dengan kerlap kerlip lampunya plus tulisan2 China yang gede2 di Mongkok menyambut kami. Tujuan pertama adalah mencari makanan dulu soale makan kami yang terakhir adalah makan tadi malam sedangkan sekarang dah mulai sore lagi......... Keliling2 coba cari makanan dengan tulisan halal hasilnya nihil dan setelah keliling sekitar 2 blok akhirnya diputuskan makan di Mc D. Didalam kita telateni setiap menu yang ada disana, takut ada campur2 nya hehe... dan kemudian semua memilih menu rice + chicken, ini adalah pilihan paling aman. Cuman disini ga ada saus sambel, ketika saya minta petugasnya cuman geleng2 doang, waktu minta saus tomat juga dijawab geleng2... yah terpaksa deh makan tanpa ada rasa pedes2nya, padahal kan saya paling males makan kalo ga ada sambel. ( sewaktu makan kedua kalinya di Mc D akhirnya kita kebagian saus tomat ,tapi itu juga ga dapat sebelumnya gara2 sayanya minta sauce tomato, padahal harusnya " ketchup tomato " )
Tujuan pertama kita sore ini adalah The Peak karena salah seorang teman udah kebelet pengen ketemu Shah Rur Khan di Madame Tussaud. Jadi kita turun menuju stasiun MTR  Mongkok dan naik kereta tujuan Central, dari sana dengan mengikuti petunjuk dipeta kami menyusuri jalan mendaki menuju stasiun peak tram yaitu tram yang akan membawa kita menuju The Peak, keunikan tram ini selain karena umurnya yang dah uzur juga trek rel tram ini yang mendaki 45 derjat karena memang The Peak sendiri adanya di bukit. Tram ini mempunyai tempat duduk yang menghadap ke depan semua dan berbeda dengan tram biasa yang mengelilingi Hongkong Island yang tempat duduknya hadap2 an.

Setiba di The Peak kemudian kita mengunjungi Madame Tussaud, tiket masuknya HKD 140. Kemudian saya sendiri mencoba naik ke lantai /sky terrace dimana kita bisa melihat gedung2 Hongkong dari ketinggian namun berhubung kabut yang turun banyak sekali sehingga penglihatan kita terhalang, bahkan bisa dibilang ga liat apa2, wong semuanya putih. Udara disana lumayan dingin..... Spot kunjungan disana selain Madame tussaud dan terras pandangnya ya...poto2 di depan gedung The Peak, di tram tua, ada taman kecil dibawahnya plus ada mall disana kalau mo shopping2 :) Sempat terlihat banyak juga pengunjung yang foto2 di depan sebuah rumah batu bergaya england gitu yang dihiasi lampu2...tapi kita ga tau rumah apaan itu.

Puas disana kami kembali menuju Central (tepatnya pelabuhan ferry) dengan naik bus, biayanya sekitar HKD 5 (kalo ga salah inget...), dan berhenti pas di depan pier 7 ( atau 8 ya..) dimana kita numpang kapal kayu (ferry)  menyeberang menuju Kowloon, cuman bayar HKD 2 dan kita menikmati perjalanan melewati selat ini sambil menikmati gemerlap lampu2 gedung di Hongkong Island campur kabut :) 

Di Kowloon kita memutuskan naik bis ke Mongkok karena terminal bis nya langsung ada di depan pelabuhan dibandingkan naik MTR karena harus jalan lagi beberapa ratus meter. Namun setelah menunggu 1 jam lebih ternyata bus dengan no. yang kita ingini ga muncul2, kata petugasnya karena ada masalah tekhnis gitu...akhirnya kitapun bingung mo kemana. Tapi ada ibu2 yang kasihan melihat wajah2 kampungan kita ini yang kebingungan ngasih tahu kalau kita bisa naik bis dengan nomor yang lain namun tetap lewat Mongkok. Ya udah kita pun langsung naik bis tsb yang dari tadi dah berseliweran di depan kita dan cuman 15 menit kita sampai kembali di kawasan Mongkok.

Badan dah capek, mata dah mengantuk dan perut  juga minta diisi tapi ternyata hal itu masih kalah dibandingkan dengan keinginan untuk mengunjungi street market yang dah terkenal itu, jadi ketika kaki dah mau sampai ke penginapan kita sepakat untuk membelokan langkah mencari street market yang bernama Ladys Market. Sesuai petunjuk yang kami dapat kami menyusuri jalan yang ada di depan gedung hostel kami, jaraknya lumayan jauh sampai di sebuah perempatan kami belok kanan , tapi kok pasarnya dah mulai tutup? padahal infonya ladys market buka sampai dini hari. Ternyata salah tempat, ini bukan ladys market, pantesan tutup. Kami segera kembali mencari2 tempat tersebut dan akhirnya menemukan pasar dimaksud, dan tau nggak? ternyata pasarnya ada diseberang jalan gedung tempat hostel kami berada !!! ye elah...

Disana dijual macam2 barang, dari sepatu, kaus, patung ,gelang, tas, dll, pokoke pernak pernik ibu-ibu deh plus souvenir2 buat para pelancong. Tempat jualannya model kayak tenda2 gitu, yang didiriin di sebuah jalan yang sengaja ditutup. Disini kami ketemu beberapa orang Indonesia lagi yang asyik tawar2-an. Di tempat pertama kami lihat nawarin baju 3 biji HKD 100, tempat berikutnya 5 biji HKD 100, sikaaaat....  gantungan kunci lebih mahal dari Sing, harganya paling murah sebiji HKD 10, bahkan ada yang nawarin 5 biji HKD 80 ga mau kurang. Kalo tas banyak yang nawarin dengan deal harga HKD 100, gak tau deh kualitas gimana, ga ngerti soale...

Kelar dari sana dengan mengantongi kaus dan gantungan kunci (oleh2 langganan kwkwk.....) kami segera pulang ke hostel dan ga lupa beli mie instant untuk ngeganjel perut.

Sebelum tidur kita sempat diskusi dulu tentang penginapan, inti masalahnya kita hanya booking dua malam di hostel ini, dan untuk malam ketiganya di rundingkan apakah akan menambah satu malam lagi di penginapan ini atau kita akan seaching lagi yang lain dikarenakan kita ada rencana juga akan mengunjungi Shenzen ( ini rencana untung an soale kita juga gak begitu yakin apakah akan bisa lolos memasuki perbatasan atau tidak ). Hasil diskusi diputuskan bahwa kita akan extend satu malam lagi di hostel ini. Rencananya besok baru kita akan konfirmasi ulang dengan pemilik hostel.

Hari Ke Dua di Hongkong

Bangun pagi yang udah menjelang siang karena kecapean semalam kita mandi tanpa sarapan , kemudian kembali bersiap2 untuk explore Hongkong lagi. Tujuan pertama kali ini adalah ke Gian Budha di Ngongping 360. Namun sebelumnya saya konfirmasi dulu ke ruangan FO hostel untuk memberitahukan bahwa kami akan extend satu hari lagi. Namun ternyata encik2 yang punya hostel bilang untuk hari kami extend kamar udah full alias kamar yang kami tempati sekarang ini untuk lusanya udah ada yang booking. Ya sudahlah akhirnya pagi itu kita isi dengan keliling naik lift turun lift mengunjungi setiap hostel yang kami temui di setiap lantai untuk mencari kamar, dan memang lagi apes semua hostel di setiap lantai gedung ini untuk lusa sudah full booking semua. Semua FO nya bisa no room, dari yang fasih berbahasa Inggris sampai yang cuma bisa bahasa isyarat bilang no room. Huahh.... pegimane ini...

Temen ngajak untuk survey ke gedung laen..wah ini aja udah abis waktu setengah hari, belum capenya..huhu..kapan jalan2nya?  Akhirnya kita kembali ke FO hostel kita dan minjem internetnya untuk searching room untuk lusa, bayanginbooking sekarang untuk lusa...apa masih ada ya...

Hasil searching di dapat beberapa kamar yang masih available di penjuru Hongkong ini, harganya dah pasti agak mahal, pilihannya terbatas dan lokasinya.......... ini yang bikin saya rada grogi dari kemaren2, room yang available hanya ada di Chunking Mansion !!! .. tapi apa boleh buat, dari pada tidur di jalan akhirnya kita booking room yang menawarkan harga paling reasonable di sebuah hostel bernama FOUR SEASON hostel..................... ( kalau ga liat tulisan "hostel" dibelakangnya mungkin udah bikin kita teriak kegirangan, room hotel bintang 4 harganya murah banget hehe......).

Kelar urusan penginapan tadi yang bikin pagi cerah kita hilang begitu saja rombongan segera bergerak sesuai rencana awal, tapi sebelumnya kita singgah di sebuah mini market untuk beli roti dan minuman ( belum nyarap bro dari pagi.......), saya memilih sebuah roti isi susu setelah baca2 ingredientnya satu persatu dan mengambil satu sachet yang tampilan bungkusnya seperti susu Milo. Pas makan rotinya sih ok ok aja, tapi pas minum susunya kok kayaknya beda ya, rasanya rasa susu Milo tapi kok ada tambahan rasa berminyak gitu ya........

Ya sudahlah soale kita harus buru2 menuju MTR lagi, tujuannya sekarang ke stasiun Tung Chung, lokasi nya sama dengan bandara Hongkong kemaren. Sekeluarnya dari stasiun Tung Chun dengan mengikuti petunjuk arah sampailah kami di stasiun Cable car Ngongping 360. Saat itu antrian menuju loket cable car sangat panjang sampai ke tangga berjalan di gerbang masuk terminal. Untuk yang udah booking on line di beri jalur khusus sehingga mereka lebiha cepat sampai di loket sedangkan kita yang belum beli tiket terpaksa berjalan pelan2 seperti mobil di jalan tol yang lagi macet.

Di loket di jual tiket untuk single trip atau yang pulang pergi, trus ada juga dua pilihan kabin: cabin standar atau crystal cabin. Beda keduanya adalah kalau Crystal cabin lantainya dibuat dari kaca sehingga penumpang bisa melihat pemandangan di bawah cale car melalui lantai, sedngkan standar cabin lantainya seperti lantai biasa.

Harga tiket nya sbb :

Standar Cabin          Adult               children(3-11)               Senior(>65)

Round Trip              115                       58                               91
Single Trip                80                       41                               65

Crystal cabin

Round Trip               169                     112                              145
Single Trip               118                      79                               103




 



Kamis, 16 Juni 2011

Travelogue 4 Negara





Persisnya trip ini sudah direncanakan persis...sekali lagi..persis! setahun yang lalu, ketika secara iseng2 mendapatkan tiket murah dari Jakarta ke Kuala Lumpur, setelah dapat tiket itu jadi bingung mo kemana lagi, akhirnya terpilihlah Hongkong dan kawan kawannya yang menjadi destinasi  lanjutan.
Karena penerbangan yang saya ambil adalah penerbangan terakhir yaitu jam 20.30 maka saya berangkat dari kantor sore hari jam 4 an, dengan perhitungan setidaknya perjalanan membutuhkan waktu 2 jam plus 2 waktu yang dialokasikan unutk mengurus segala sesuatunya di bandara nanti. Bis Damri Bandara yang saya tumpangi berjalan lancar tanpa halangan yang berarti walau terlihat jalur dari bandara kendaraan berjalan padat merayap. Jam 6 sore saya turun diterminal 2 pemberangkatan internasional dan sesuai dengan janji bertemu dengan para travemate di depan Hoka Hoka Bento. Setelah meet & greet itu kami segera masuk untuk check in melalui self check in AA itu, bayar airport tax dan bergegas ke loket imigrasi. Sesuai dengan dugaan saya sebelumnya antrian di depan loket imigrasi mengular panjang sekali, kebanyakan dari para pengantri adalah bapak2 dan ibu2 yang mau umrah, dan yang pasti memang penerbangan malam dari terminal ini selalu di penuhi para calon penumpang.

Karena kita check in lebih awal dari waktu departure maka ketika mau masuk ke ruangan boarding kita di tolak dan disuruh menunggu di luar karena saat itu ternyata boarding gate digunakan untuk pesawat tujuan Singapore. Ini pengalaman pertama saya ditolak masuk boarding gate, biasanya mah boleh aja masuk biar nyampur juga dengan penunpang untuk tujuan yang berbeda karena yang penting kita menunggu di ruang boarding yang sesuai dengan yang ada di boarding pass. Ya sudahlah, jadi waktu menunggu itu kita gunakan untuk ngabisin air yang tersisa, tukar baju kantor dengan baju yang lebih nyaman dan melaksanakan sholat.

Jam 20.30 tepat pesawat mulai bergerak untuk lepas landas, bye bye jakarta,. dan jam 23.30 waktu KL pesawat mendarat dengan selamat di LCCT Kuala Lumpur.

Setelah urusan imigrasi yang juga diiringi antrian panjang kami segera menuju ke bagian departure dimana terdapat banyak restauran2 yang masih buka sampai tengah malam dan bahkan sebahagian buka 24 jam. Saya lihat Mc D sudah penuh dengan orang, diseberangnya ada restaurant taste of Asia, akhirnya pilihan ke jatuhkan kesana. Karena selain disana ada kursi sofanya yang empuk harga makanannya berdasarkan list yang terlihat lumayan bersahabat, rangenya sekitar 10 - 12 ringgit per menu. Tapi ternyata disana sebahagian besar menunya sudah habis tinggal menu mee hon plus telur dadar, yah sekali lagi yah sudahlah..... berhubung perut kami lapar sekali maka kami pesan menu yang tersisa itu dan duduk di kursi sofanya. Dan seperti biasa setelah makan kami masih bertahan duduk duduk sambil chicken2 sleep di sana menunggu pagi karena kami harus check in jam 4 untuk penerbangan lanjutan ke Hongkong.

Beberapa orang  yang juga seperti kami (nunggu pesawat pagi) terlihat disudut-sudut restaurant. Sekitar jam 2 dinihari datang serombongan keluarga  bersama anak2nya dan langsung ambil posisi di sebelah kami duduk, anak-anaknya segera pules tidur di kursi sofa itu dengan posisi memanjang, melihat itu saya juga ikut2 an tiduran berbantalkan ransel dengan menaikan kaki ke atas sofa buat ngelurusin badan dari semula posisi duduk. Sempat pulas beberapa saat sebelum dibangunkan teman yang lain untuk segera check in dan dengan setengah ngantuk kami melakukan check in melalui kios self check in, ternyata sekarang selain menggunakan kios check in disediakan juga sebuah alat ntuk check in menggunakan handphone.

Semua teman sukses mendapatkan boarding pass nya namun ketika saya mencoba ternyata boarding pass gak keluar. Setelah beberpa kali dicoba akhirnya petugas AA yang lewat menyarankan check in langsung ke counternya. disana  dinyatakan bahwa boarding pass ga keluar karena ada transaksi bookingan saya untuk pilihan seat belom "done", walaupun di kartu kredit saya sudah dinyatakan terbayar dan sudah ditagih. Namun saya ga  mau banyak berdebat dan akhirnya membayar kembali beberapa ringgit untuk pemesanan seat tersebut dan boarding pass pun didapat, sementara itu ransel saya harus juga ditimbang dan sukurlah beratnya pas 7 kg sesuai ketentuan AA max berat bag yang boleh di bawa masuk kabin, soale kalau lebih kan harus masuk bagasi dan itu berari harus bayar lagi kan.

Sehabis sholat subuh buru2 kami masuk ke gate karena waktu boarding tinggal setengah jam lagi dan jam tujuh lewat 10 menit  pesawat kami terbang menuju Hongkong. Perjalanan 4 jam itu rencananya akan saya pakai buat tidur saja sehubungan tadi malam nyaris ga tidur karena itu pas pesawa mengudara dan ga hanya saya saja pada tidur pules (kayaknya semua penumpang deh hehe.....terlihat dari banyaknya pintu jendela yang ditutup ), namun saya sendiri hanya sempat tertidur beberapa saat, selain karena rasa excited mungkin juga dikarenakan tempat duduk di kabin yang ga begitu enak, pertama karena ruang buat kaki yang sempit sehingga lutut jadi sakit karena kegencet seat di depannya, kedua juga sandaran seat yang tegak lurus dan ga bisa di rendahkan. Akhirnya waktu diisi dengan ngisi imigration card yang dibagikan oleh pramugari. Imigration card Hongkong terlihat lebih kecil dari imigration card kita atau punya malaysia dan Thailand yang mempunyai 2 sisi yang harus kita isi kedua-duanya dengan isi yang sama. Ukurannya hanya separoh karena hanya mengisi satu sisi saja, sedang sisi satu lagi langsung terisi karena terletak dibawah sisi  yang kita tulisi dan ada kertas copiannya, sehinggga ketika kita mengisi otomastis sisi yang dibawah juga dah terisi.

Sesuai jadwal 4 jam kemudian pesawat mendarat di Bandara Internasional Hongkong di pulau Lantau,  rada kedere juga ketika keluar pesawat dah ketemu huruf-huruf kanji yang ga ngerti maksudnya, jangan2 ga ada petunjuk englishnya, tapi ternyata kekhawatiran saya ga terbukti, di bandara tertulis petunjuk dengan tulisan China plus english, sehingga dengan mudah kita mengikuti petunjuk untuk keluar bandara. Sempat bingung sebentar karena petunjuk menuju loket imigrasi malah mengarahkan kita ke lokasi kereta, dan ternyata memang kita harus naik kereta itu dulu utuk sampai ke loket imigrasi, mungkin letaknya berada di terminal lain (mungkin ya, ga tau pasti juga sih...), setelah ketemu lokat imigrasinya ternyata dah banyak penummpang yang mengantre , kebanyakan yang mau masuk adalah keluarga dengan anak-anak nya, mungkin lagi musm liburan kali ya.

Sejam lebih kayaknya ngantri disana sebelum akhirnya kita lolos memasuki negara Hongkong. Kami segera menuju terminal bis di ujung lorong bandara, namun ketika telah sampai di terminal bis baru ingat kalau kita belom beli Octopus Card buat bayar bis nya. Akhirnya balik lagi ke dalam bandara untuk mencari loket yang menjualnya. Ketemunya di loket yang menjual tiket kereta. Walaupun ke downtown kita bisa juga menggunakan kereta namun karena tiket bis lebih murah maka kami tetap memutuskan naik bis, biayanya hanya HKD 33.

Perjalanan dari bandara ke Mongkok tempat tujuan kita lumayan lama sekitaran 1 jam, sempat deg2an juga karena sesuai petunjuk kita harus berhenti di perhentian ke 6, namun baru 3 atau 4 kali berhenti petunjuk di dalam bis menyatakan kita sudah mau berhenti di perhentian ke 6. Lha ada yang salah ga ya?  Namun kami memutuskan segera turun walaupun hitungan kita baru perhentian ke 5 dan ternyata dimana kita berhenti memang tempat yang kita tuju, mungkin bis tersebut tidak berhenti di tiap halte tergantung dari ada atau tidak adanya penumpang yang mau naik atau turun sehingga melewati beberapa halte dimana seharusnya bis itu berhenti.

kami memasuki jalan Aegryl dan menemukan bangunan besar dimana didalamnya ada lah lokasi penginapan kami. Di dalam gedung tersebut banyak terdapat hostel2 dan hostel yang telah kami pesan berada di lantai 14. Tidak banyak orang di lobi gedung ketika kami tiba dan begitu sampai di lantai 14 ternyata sudah banyak juga orang yang akan melakukan check ini dan sebahagian besar adalah orang dari Indonesia !!

Hostel kami menyediakan tempat tidur tingkat dalam setiap kamarnya dengan kamar mandi di luar. elain itu disediakan air panas dan air galon di luar kamar plus banyak tisue.... gak tau buat apa :)




Senin, 16 Mei 2011

1 TRIP, 14 IMIGRATION

Sebagai newbie di dunia pertravelingan saya seperti merasa menciptakan rekor tersendiri (halah..) untuk trip kali ini, pertama kalinya saya melakukan perjalanan melalui 4 negara sekali dayung, dan untuk itu harus berhadapan sebanyak 14 x dengan para immigration officer, dan tentu saja kali ini saya mendapatkan respon beragam dari mereka.
Biasanya pada perjalanan sebelumnya saya tidak begitu mempunyai banyak masalah yang harus membuat saya berbincang banyak dengan para petugas negara tsb, bahkan sewaktu paspor saya masih "kinyis-kinyis" tidak ada halangan berarti untuk mendapatkan stempel mereka yang sangat diharapkan itu sedangkan beberapa rekan saya malah dengan status paspor "perawan" itu terkadang harus terlibat pembicaraan panjang dengan imigrasi atau malah ada yang kena random check atau sebangsa nya .

Saya coba ingat2 "conversation" dengan petugas2 tsb pada trip ini, lumayan beragam, dari yang diam aja sampe yang harus teriak2 bersitegang urat leher.

1. Jakarta Departure
Saya   :  (serahkan paspor)
Officer :  Ctok..ctok... (ngegetok stempel)
lolos

2. LCCT Kuala Lumpur Arrival
Saya    : (serahkan paspor)
Officer  : tunggu dulu ya... saye nak istirahat sekejap..
             ( petugasnya trus nyender di kursi, muter2 kursinya, liat2 stempelan di
               meja,
memejamkan mata sekejap)
Saya    :(bengong doang di depan loketnya, tapi memaklumi karena mungkin
               dari sore tadi sampai tengah malam ini tidak ada henti-hentinya
               pendatang yang menyambangi loketnya. )
Officer  : Pagi besok nak ke hongkong ?
Saya    : iya pak cik
Officer :  tolong taroh jarinya di mesin.
Saya    : (meletakan jari telunjuk kiri dan kanan di mesin scanner di depan
                loket)
Officer  : Ctok..ctok..
Lolos

3. Lcct Kuala Lumpur departure
Saya     : (menyerahkan paspor)
Officer  : ctok..ctok..
Lolos

4. Hongkong Int. Airport  Arrival
Saya     : (menyerahkan paspor)
Officer  : (melihat paspor dan menatap saya curiga, mungkin pikirnya TKI satu
                 ini kok ga ada suratnya nih), holiday ? berapa hari di  hongkong?
Saya     : ee..3 hari
Officer  : Tinggal dimana?
Saya    :  ee..Mongkok
Officer  :  Sudah pesan hotel? apa nama hotelnya? punya tiket kembali?
Saya    : Ada..ada..siap boss
               (saya menyerahkan print-an booking hostel dan tiket balik.
Officer  : (memperhatikan secara detail print-an tsb) dan ctok..ctok...
Lolos


5. Lowu hongkong imigration,  departure

Saya    : (menyerahkan paspor)
Officer : (bolak balik paspor lama banget....)
               mana visanya?  kok ga ada?
Saya    : visa? ( mikir : ini imigrasi hongkong apa udah di imigrasi China,
               perasaan masih di hongkong deh....)
Officer  : kalau mau masuk China harus punya visa, kamu ga bisa masuk
               sekarang.
Saya    : Masuk China bisa kok, kan ada VOA
Officer : ga bisa, kamu balik saja.
Saya   :  Ini imigrasi hongkong ? bukan imigrasi China kan? ( kok hongkong
              nglarang saya keluar? kan mestinya imigrasi china yang ngelarang
               saya masuk? ) 

Officer  : ( memanggil temannya, mungkin merasa waste time berargurmen
                dengan saya sedangkan antrian masih banyak di belakang maka
                 saya di serahkan ke temannya yang bertugas mengawasi.)


Officer 2  : Gini dek, paspor Indonesia harus punya visa dulu kalau mau masuk
                   ke shenzen.

Saya        : tapi pak kata temen saya kalau mau masuk shenzen bisa pakai
                   VOA, baru kemaren dia dari sana.
officer2    : Iya tapi kemaren2 juga ga bisa, sia-sia saja kesana nanti kamu
                   bakalan balik lagi ke sini.
Saya        : Iya pak, tapi saya ga dilarangkan untuk keluar dari sini?
Officer 2  : ya enggak, tapi percuma juga kamu kesana, ntar juga balik lagi.
Saya          : Ga apa apa pak, ntar kalau di tolak ya saya kebalik lagi.
Officer1      : Ya udah kalo kamu maksa juga, dah sana
Saya        : (kembali ke officer pertama tadi)
Officer      : ctok..ctok..
Lolos

6. Shenzen, Lowu, Arriving
Saya       : (urus visa dan bayar 160RMB setelah itu serahkan paspor ke loket)
Officer    :  ctok..ctok..
Lolos

7. Shenzen,Lowu, Departure
setelah nyasar2 mencari loket imigrasinya karena ternyata banyak loket2nya dengan bermacam2 pengelompokan akhirnya ketemu juga loket untuk foreigner/visitor ( yang lainnya ada lokasi tersendiri untuk hongkong residence, mainland china, macau, dll)

Saya   : (menyerahkan paspor)
Officer:  ctok..ctok..
Lolos

8. Hongkong,lowu, Arrival
Saya     :  (menyerahkan paspor)
Officer  :  ctok..ctok..
Lolos

9. Hongkong,ferry terminal to Macau, departure
Saya    : (menyerahkan paspor)
Officer :  ctok..ctok..
Lolos

10. Macau ferry terminal, arrival
Saya    :  (menyerahkan paspor)
Officer :  ctok..ctok..
Lolos

11. Macau Int. Airport
Ini masih termasuk paket chaos in macau.   
Saya    ; (menyerahkan paspor)
Officer : ctok..ctok..
lolos
5 menit di dalam baru ingat kelupaan bawa satu tas lainnya sewaktu melewati x ray, saya langsung keluar lagi dari pintu paling kanan di mana ada loket imigrasi yang bukan untuk cap paspor, minta ijin disana untuk mengambil tas yang ketinggalan dan diperbolehkan namun harus tinggalkan paspor disana. Ok paspor saya tinggalkan dan saya mengambil tas yang ketinggalan.
Sewaktu mau masuk lagi menuju jalur keluat tadi tiba-tiba seorang petugas menghalangi saya dan memaksa masuk ke antrian loket imigrasi lagi.

Saya  : pak, saya dah lewat sini tadi, saya ketinggalan tas dan paspor ditaruh
             disana, jadi saya harus kesana lagi ngambil paspor.
Officer  : (ngarti apa kaga, kayaknya ngga ngerti dia)  no..no..harus berbaris
disini.
Saya   : tapi saya ga punya paspor pak, trus mo ngapain kesini lagi?
Officer  : gak..gak.. harus ngantri disini..enak aja kamu mau nyelonong2 ya..
               (tetep keukeh tanpa kompromi)
Saya pun ikut ngantri sambil liat2 ke loket tempat saya meninggalkan paspor, siapa tau petugas disana mau ngasih tauh petugas ndablek ini kalau saya ga perlu ikutan baris disini, tapi petugas disana adem ayem aja tuh, padahal dia ngeliat kok saya di halang2i ke sana. Mungkin peraturannya begitu kali ya.. ya udah lah...
Antrian akhirnya sampai disana, sebelum menuju kaunter imigrasi sekali lagi saya berargumen dengan petugas penjaga antrian itu.
Saya     ; What i must to do? i dont have pasport!
Officer  : (tetap tak bergeming dan dengan bahasa isyarat menyuruh saya
                maju)
Saya    ; What paspor  !!!  ( saya mulai berteriak, sapa tau petugas yang lain
               denger dan ngasih tahu petugas error ini)
 Officer  : (mendorong saya maju)
Sayapun maju ke depan kaunter imigrasi yang tadi sudah dilewati
Officer  : Paspor ?
Saya    : Bang, saya udah di cap tadi paspornya, tadi saya keluar lagi krn tas
                ketinggalan dan paspor saya ditahan disana, gimana bang?
Officer  : No paspor saya ga bisa kasih masuk kamu ke dalam, kamu ambil dulu paspor disana.
Saya    : Tapi saya ga bisa kesana bang, bapak yang itu nggak ngebolehin saya jalan kesana.
Officer  : No paspor.. no enter.
Saya    : iyaaaa... tapi paspor saya disana dan petugas yang ono kagak
               ngebolehin ane kesanaaaaa !!!!  ( dah teriak2 ane sampe oktaf
               tertinggi..)
Officer   ; dah kamu kesana aja, sana sana!!..
Ya udah dengan hati kesel saya balik lagi kebelakang dan tentu saja harus berhadapan lagi dengan petugas yang ngawas antrian itu lagi. Petugas itu menghadang jalan saya, saya pun menerobos, beberapa detik terjadi dorong2an sampai akhirnya salah satu petugas imigrasi yang loketnya berdekatan dengan kami dengan tanda isyarat dan bahasanya teriak2 menyuruh saya untuk terus jalan menuju loket saya keluar tadi, mendengar itu barulah si petugas "no compromise" tadi melepaskan saya pergi.
Setiba di loket segera saya mendapatkan paspor saya kembali yang disorongkan dengan kalem oleh petugas yang tadi jelas2 melihat adegan saya di halang2i kembali ke loketnya , aneh kenapa dia tenang2 aja ga ada usaha untuk ngasih penjelasan pada rekannya itu?

12. Lcct kuala Lumpur, Arrival
Antrian nan panjang di tengah malam itu, 1,5 jam baru nyampe ke depan loket.
Saya    : (menyerahkan paspor dengan muka suntuk)
Officer  : Sekejab ya...( keluar dari loket dan menutup jalur antrian di belakang
               saya, kebetulan cuman tinggal 2 orang lagi, dan kembali masuk ke
               loket )
               Dari sore tadi tak berenti2 yang datang, wuff capek sekali, abis ini
               saye nak rehak dulu.
               (kemudian membalik2 paspor saya)
                Ee..besok pagi nak berangkat lagi ke jakarta ye ?
Saya    : (mengangguk diantara kantuk)
Officer  : Pasti capek sekali ya...  ( tersenyum dengan nada penuh pengertian)
Saya    : Iya..( tersenyum, suntuk tadi tiba2 hilang mendengar nada bicaranya)
Officer  : ctok..ctok..
Saya    : terima kasih.
Officer  : sama-sama.

13. Lcct Kuala Lumpur, departure.
Saya    : (menyerahkan paspor)
Officer  : ctok..ctok..
Lolos

14. Jakarta, Arrival
Saya     : (menyerahkan paspor)
Officer  : dari mana?
Saya    : Kuala lumpur
officer  :  ctok..ctok..
Iam coming home....

 

Rabu, 04 Mei 2011

CHAOS IN MACAU

Maksudnya reuweh, ga enak, payah , kacau, bloon dan kata kata sebangsa itulah..  Kayaknya kota judi ini emang ga macthing ama ane nih, soale banya hal-hal yang ga enakin menimpa ane disini terlepas dari berbagai penyebab baik yang berasal dari ane sendiri atau dari pihak lain.

Case 1.
Lokasi : Hongkong
Setelah sedikit rikuh untuk menemukan gerbang masuk ke Ferry Terminal  Hongkong menuju Macau yang ternyata harus masuk mall dan naik ke lantai 2, ketika pintu lift terbuka di lantai 2 kami tiba2 dihadang seorang pemuda berpakaian perlente dengan HT di tangan layaknya petugas resmi, dia menanyakan tiket kami dan ketika tau kami belon punya tiket ( lha kan baru nyampe ) dia langsung mengarahkan ke sebuah meja agen perjalanan. Disana kami langsung di kasih tiketnya , sempet nanya harga dan si mba2 nya bilang harga disini lebih murah 8 dollar dibanding di loket resmi, ya udah kami bayar karena harganya memang di bawah estimasi kami, Cumaaan..... kami harus menunggu lama untuk bisa masuk kapal karena ternyata tiketnya untuk jam berikutnya dan kita harus nunggu 1,5 jam lagi dan itu waste time karena kami berniat one day tour aja ke Macau dan sore harus segera cek in untuk terbang ke Kuala Lumpur. Tapi itu belon selasai, ketika lagi nunggu iseng2 liat harga yang ditawarkan agen lain, dan ternyata harga tiket kami lebih mahal 7 dollar ! walau secara nominal ga banyak tapi tetap aja bikin kesel...


Case 2
Harus jalan jauuuuh banget dari Wynss Hotel karena kami ngikut shuttle bus hotel itu untuk menuju tujuan kami Ruin St. Paul, jalan ngelewatin Lisboa Casino teruus ke Senado Square, nyampe disana nyaris semaput dan akhirnya terdampar di McD disana, berhubung ga tau mo makan apa soale takut ga halal. Fiuu.....
Intinya sih kami diburu waktu gara2 nyampe Macau udah siang dan harus jalan jauh untuk mencapai lokasi tujuan.
Foto2 di reruntuhan gereja itu sebentar sambil berjalan pulang nyobain egg tart nya dan tanya kiri kanan nanyain kendaraan ke airport eh polisinya ga bisa basa inggris, trus ada cowok bule ngasih tahu no. bis nya dan tempat menunggunya, katanya naik bis MT1 atau AP1 dan nunggunya di bundaran depan hotel Lisboa. Dengan terseok2 jalanlah kembali kami kesana. Memang benar bis MT1 dan AP1 tujuannya ke airport, namun masalahnya bis tersebut ternyata ga lewat sana dan tetap kami harus balik lagi ke terminal ferry...yah jalan lagi, alternatif naik taxi di buang jauh2 karena duit juga pas2an.
Hasil : jalan muter2 dan kaki gempor.

Case 3
Sesampai di ferry terminal kita langsung cari2 thalte bisnya, dan ketemulah stop bus untuk bis AP1, maka tenang-tenanglah kita disana nungguin sang bus itu. Namun tunggu punya tunggu si bus kok ga nongol2, padahal kita hanya punya waktu 1 jam lagi untuk bisa sampai ke bandara Macau, kita mulai gelisah lagi, coba tanya mba-mba yang lagi nunggu di stop bus itu dan ia membenarkan kami bahwa benar ini stop bus menuju bandara dan sabar aja menunggu.
Gini nih namanya kalo lagi buru2.. takut telah ga bisa cek in dan kita ditinggalin pesawat huhu...

Setelah pegel hati, pegel kaki dan pegel badan barulah si bus AP1 datang dengan jumawanya dan berhenti di stop bus , Kita langsung lari2 ngejar menuju pintu bus dan naik, tapi ketika ane mau bayar terjadilah percakapan ane sama pak supir sbb:

Ane      :  Bang kalo mo ke bandara berape duit bang ?
Supir    :  Hah? ke bandara ?...
Ane      :  Iye, nih kita-kita mo ke bandara..berape duit, ane mo bayar nih..
Supir    :  Eh..ni bis kaga ke bandara jang..
Ane      :   Hah? kaga ke bandara ?
Supir    :  Iye.. kagak..
Ane      : Lha ini bus AP1 kan ?
Supir    : Iye
Ane      : Lha kok ga ke bandara? kan rutenya ke bandara ?
Supir    : Mo ke bandara kan? nah ni bis ga ke bandara...
                Udah sono turun..
Ane      : Maksudnya bis ini kagak sampe ke bandara ? lha rutenya kan ke
                bandara bang, jangan kayak di jakarta dong bang..blon nyampe
                tujuan penumpang dah di suruh turun..
Supir    : Ngga..gak .. ga kebandara, dah turun..turun..
Ane      :  (garuk2 kepala)

Yah begitulah akhirnya kami turun lagi diliatin sama orang2 yang juga pada nungguin bus di halte itu. Sementara ane masih bingung bin pusing, kok bus AP1 ga ke bandara, lha trus kita mo naik apaan ke bandara ?

Salah seorang calon penumpang di halte itu nanya ke kita :
"Are you Philipines ?"
Kami jawab :  " Enggaaaaak ".
Ok untunglah si mba Philipines itu ngasih unjuk kalau sebenarnya bus AP1 itu punya 2 rute, satu rute ke Airopoth alias bandara dan satu lagi rute lain yang kami gagal naik tadi. O begitu.... Ya udah ditunggu aja katanya, ya deh... thank lo mba..  ( disana emang banyak orang Philipines kayaknya)

Dan ga nunggu lama si AP1 yang menuju bandara datang, ketika bus mendekat semua penumpang lain yang lagi nunggu di halte itu serempak teriak ngasih tau kita sambil nunjuk2 bus..  'Airpor..airport..airport... Airport......."  teriak mereka kuenceeeeeng bangaet.  Kami pun berlari ke pintu bus bagaikan menemukan kapal penyelamat nabi Nuh yang membantu kami dari air bah yang datang...

Waduuuh selamet..selamet.. moga2 ga macet kayak di Jakarta nih dan bis bablas langsung ke bandara. Dan memang bis langsung melalui jalan menuju jembatan panjang yang menuju pulau Taipa kalo ga salah dimana bandara Macau berada dan ga berenti2 lagi.

Tapiiiiiiiiiii........... ternyata kesialan kami belum berakhir, ketika dari jendela mobil terlihat tulisan Macao International Airport kami sudah merasa hampir sampai ke tujuan, dan ketika bus berhenti di bus stop sebuah parkiran besar dimana berjejeran shuttle bus hotel-hotel besar, bendera berkibar2 di depan sebuah bangunan besar dan hampir semua penumpang turun kami pun segera ikutan turun dan berjalan dengan pasti mengikuti orang-orang yang masuk ke gedung besar tsb.

Sesampai di dalam kami bingung, kok ga seperti bandara ya, maksudnya agak kecil gitu dan ga terlihat jejeran meja2 maskapai penerbangan buat cek in, dan sebelum masuk lebih jauh ke dalam kami ditanyain tiket dulu.

Petugas  :  Mo ke mana bang?
Ane          :  Mo cek in pesawat bro  ( kebetulan petugasnya masih muda
                    banget ) 
Petugas  :  Dah punya tiket? kalo belon bisa beli disana ...  ( dia nunjukin
                    sebuah loket kayak loket tiket bus di pulo gadung )
Ane          : Udah..udah punya.. nih tiketnya, berangkatnya dari bandara Macau
                    ini kok.
Petugas   : Hah ? emang abang mo kemana ?
Ane          : Ke Kuala Lumpur bro
Petugas   : Berarti naiknya di Bandara Macau bang.
Ane           : Iye..Bandara Internasional Macau
Petugas   : Tapi ini Terminal Ferry bang  !!!!!
Ane          :  Hah !?  Terminal Ferry  ???
Petugas   : Iye

Ane langsung ngacir keluar gedung ntu bareng yang lain, dan bener di sebelah gedung itu terlihat sebuah lapangan terbang dan tulisan Macao Internasional Airport di salah satu hanggar pesawatnya.

Kita pun langsung nyebrang jalan mo kesana, eh liat punya liat di seberang jalan cuman pagar aja semua nggak ada pintunya....
Akhirnya setelah tanya2 kita dikasih unjuk untuk mengikuti sebuah jalan yang melingkar menuju gedung airportnya.
Salah seorang petugas yang kita tanyain bilang : " Just walk straight this  street and turn right, just 3 minute walk. "

Kami setengah berlari mengikuti jalan tsb sampai ke ujungnya dan setelah itu belok kanan.  Itu aja dah 3 menit. Setelah belok kanan terlihatlah dari jauh sebuah bangunan yang diperkirakan adalah gedung bandaranya, tapi.... 3 minute walk ? ( waduh..ini mah sama aja kayak tukang becak nunjukin monas dari blok M, dekaaaat lha wong monasnya aja dah keliatan kok...  )

Dan akhir cerita dengan terseok seok kelelahan akhirnya kita sampai di gedung bandara dan buru2 ikutan ngantri di depan counter cek in  yang dah buka dari tadi.

Case 4

Minggu, 17 April 2011

SINGAPORE WALKING TRIP

Start:     Apr 18, '11 01:00a
End:     Oct 18, '11
Waktu : Jum'at s/d Minggu
Peserta : Min. 5 orang

Singapore Walking Tour:
Tour keliling Singapore mengunjungi spot2 menarik dengan menggunakan kaki dan kendaraan umum Singapore yang sudah terkenal nyaman dan aman. ( MRT, BUS)

Biaya : Rp. 2.400.000,- / orang

Sudah termasuk :
1. Pesawat Jakarta - Singapore Pulang Pergi
2. Hotel bintang **
3. Transportasi

Tidak termasuk :
1. Airport tax
2. Travel insurance (bisa beli sendiri)
3. Makan
4. Tiket tempat wisata

Pendaftaran :

1. Kapan saja, asal jadwalnya hari jumat s/d minggu
2. DP 50 % 1 bulan sebelum berangkat
3. Sisanya bisa dibayar di Singapore
4. Kirimkan nama2 yang berangkat, umur dan alamat beserta tgl bepergian
ke : jachrd@yahoo.com

VIETNAM - CAMBODIA (5D4N)

Start:     Apr 18, '11 12:00a
End:     Oct 18, '11
Tanggal : 13 s/d 17 Oktober 2011 ( Kamis s/d Senin)

Itinerary :

day 1 : jakarta - saigon by airasia
day 2 : Tour chu chi tunnel and Dao temple
Walking tour around saigon
day 3 : Saigon - Siemreap by bus
day 4 : Tour Angkor Wat
siemreap - Phnomphenh by bus
day 5 : tour around Phnomphenh
PP - Kuala Lumpur by Airasia
KL - Jakarta by AirAsia

Biaya : Rp. 1.975.000,-

Biaya Termasuk :
1. Hotel 4 malam
2. Tiket tour
3. Transportasi AKAN (Antar kota antar negara)
4. Transportasi bandara - penginapan
5. Tiket Angkor wat

Tidak termasuk :

1. Tiket pesawat ( Jkt - Saigon, PP-KL, KL- Jkt )
2. Visa (US$25)
3. Airport tax ( Jakarta (Rp. 150 rb, Phnomphen US$25)
4. Makan

Pendaftaran :
1. Sampai dengan sebulan sebelum berangkat.
2. Peserta yang dinyatakan positif ikut adalah yang sudah beli tiket pesawat. ( bisa booking sendiri2)
3. Pembayaran lainnya bisa lewat transfer atau nanti ketika bertemu di bandara.
4. Kirim nama, umur, alamat , no. paspor dan no.telp ke : jachrd@yahoo.com

Senin, 21 Maret 2011

OFFICE TRIP: KERETA MALAM SENANDUNG SUTERA NO. 25

Sebenarnya ga niat mo nulis tentang trip kali ini, berhubung trip ini hanya mengunjungi tempat yang sudah berulang kali saya posting di sini (singapore, malaysia) dah 3 kali malah yaitu di disini , disini , dan di sini  .

Tapi trip kali ini salah satu yang spesial bagi saya karena ini trip yang dilakukan bersama dengan teman-teman kantor saya, teman-teman "seperjuangan dalam suka dan duka" (lebay dikit ah...) , teman-teman yang memang ketemu setiap hari dan dah kenal baik dan buruk nya. Sejak saya mulai sering melakukan traveling sudah terbersit di dalam hati suatu hari nanti ingin mengajak teman-teman sekantor untuk merasakan  perjalanan ini juga, must be fun !! tentu itu bukan perkara gampang, dan ternyata keinginan itu terkabul bahkan lebih cepat dari pada yang saya duga. Dan faktanya untuk terlaksananya trip ini juga dibutuhkan perjuangan yang keras karena banyaknya aral melintang.  Terbukti dengan kerasnya barrier tersebut dari 20 tiket berangkat yang kita pesan 5 tiket berguguran dengan berbagai alasan, dan 1 orang "nyaris ' tidak berangkat. Sejak dari masalah dana, ijin, pekerjaan yang belon kelar , keluarga sakit sampai ewuh pakewuh dan menjaga "perasaan" dari bagian/divisi lain.

Intinya halangan itu berasal dari adanya anggapan bahwa kalau orang yang pergi ke luar negeri itu berarti punya buanyaaak uang, dan jadi pertanyaan darimanakah uang sebanyak itu sedangkan kami ini hanya pekerja kelas bawah yang nelongso... jangan-jangan kami ini adalah "Gayus-gayus"berikutnya yang mendapatkan uang dari sumber yang tidak benar.
Padahal kan itu Duluuuuu...sekarang dah banyak penerbangan murah, tinggal rajin-rajin aja menangkapnya, bersedia mendapatkan fasilitas mimimum, bersedia naik kendaraan umun dan biaya pun dapat ditekan.
Berikutnya mungkin adalah kepantasan, yaitu kok brani-braninya baru sekali mo traveling kok langsung jalan-jalan ke luar negeri, 2 negara lagi, yang bos-bos kita pun belum pernah melakukannya. mbok ya yang deket-deket dulu, kayak Puncak, Anyer atau Bandung. Sehingga bagian/divisi lain jangan sampai cemburu.

Namun kami pasukan berani cuek, Lusi si penggagas pertama membereskan masalah izin dengan bos, dan juga pembicaraan tentang dana,  garis besarnya Lusi bilang " No problem about cost boss, we have mr. Indra, he will handle this trip with minimum cost, if not he will bear the remaining funds
"  (Whaat!!)
dengan kata lain Lusi bilang " don't worry boss, returned from abroad, we still poor people sir."
Dan izin dari boss pun keluar dengan syarat pekerjaan harus beres dulu seberes-beresnya.

Ok, kami pun segera berburu tiket murah, pertama kali sebenarnya belum ketahuan mo kemana dulu, pada prinsipnya negara yang akan dikunjungi adalah yang memberikan tiket pesawat termurah. dan kebetulan saat itu dapatlah harga promo ke Kuala Lumpur seharga 155 rebo perorang. Kemudian cari lagi tiket pulangnya dari singapura, dan dapatlah tiket seharga 350 rebo. Tim anggaran berembuk lagi tentang dana yang dibutuhkan, sementara saya teriak2 untuk segera mengakhiri diskusi dan hitung berhitungnya karena tiket promo harus segera di booking segera sebelum keambil sama orang lain, ketika diskusi tentang pendanaan tiket selesai dan Lusi memberikan anggukan tanda setuju segera kami shoot tiket ke Kuala Lumpur. Sembilan orang pertama dengan sukses mendapatkan harga promo, dengan berdebar-debar kami kembali memasukan nama yang lainnya dan yakin harga akan berobah karena tidak mungkin harga promo diberikan lebih dari sepuluh orang, dan ternyata.............. sembilan nama lagi masih dapat harga promo, luar biasa!!... tinggal 2 nama lagi dan... dapat lagi!!   20 tiket kami dapatkan dengan biaya tidak sampai 4 juta....

Uhui... sekarang tinggal shoot tiket pulang, ketik lagi tempat asal, dan tujuan, dan whaaa...  tiket promonya habis-bis...waaa....  kalau begini hitung2annya harus berobah lagi. Sempat ditahan 2 minggu akhirnya kami sepakati mengambil tiket reguler sebelum harganya naik lagi. Untuk kepulangan akhirnya tiket diambil dari dua maskapai dalam rangka mensiasati harga tiket yang hanya memberikan 9 tiket untuk harga yang sama, bila tambah tiket maka harga akan lebih mahal, sehingga untuk sisanya diambil maskapai lain yang memberikan harga yang sama.

Tiket kelar, urusan penginapan, transport dan itinerarynya teman-teman memasrahkan pada saya, sedangkan urusan lainnya teman-teman yang mengerjakannya. Saya sendiri mulai survei penginapan dan transportasi dari Malaysia ke Singapore.
Lusi si pemegang dana tetap dengan setia meneriakan doktrinnya.." mas cari penginapan  dan transportasi yang murah aja ya... yang satu kamar rame2 juga ga apa-apa..sing penting murah..yang paling murah se Malaysia dan se Singapore..".

" Lus ini ada penginapan yang bagus, satu kamar malah bisa 2 orang, bedanya cuman 20 ribuan dari yang dorm.."

" yang paling murah aja mas..yang dorm..!!"

" Lus ini ada penginapan murah...cuman jauh dari mana-mana.."

" ga apa apa, booking...."

" Lus kalo makan agak enakan dikit alokasi biayanya 10 ringgit aja ya.."

" Gak usah enak2 banget, 5 ringgit aja"

Akhirnya saya booking pujangga homestay , harga dorm nya lumayan murah dengan lokasi strategis plus rating bagus di beberapa situs hostel.
Untuk di Singapore saya booking LLP Urban Hostel
Harapan Lusi terkabul, ini adalah hostel dengan biaya dorm " termurah " se Singapore setelah dibanding bandingin walaupun ratingnya ga terlampau bagus.

Sementara Pak Saipul kebagian ngurusin paspor teman2, dengan waktu yang mepet seminggu setelah wawancara pasporpun sudah sampai ketangan masing2 . Dana operasional perjalanan yang kita kumpulkan juga sudah di tukar di money changer terdekat. Lusi dan Fitri yang handle ini dibantu Pak Parman. Kendaraan pulang pergi ke bandara di urus Nur dan Pak Atim.
Beberapa kali obrol-obrol akhirnya anggota rombongan sudah mendapatkan gambaran tentang apa-apa yang mungkin akan dihadapi nantinya selama perjalanan dan siap dengan trip ala backpacker walaupun anggota rombongan sebagian besar tidak muda lagi. Ibu Morris, Ibu haji dan bu yetti adalah para seniorita kita, tapi mereka tetap punya semangat muda dan terlihat sangat antusias sekali.

D-Day pun tiba diiringi pandangan sirik dari bagian lain (hehe..) kita berangkat ke bandara dengan 2 kendaraan. Rombongan pertama sampai duluan disusul mobil kedua, Check in sempat tertahan sampai menit terakhir karena nungguin pak atim dan pak parman yang baru kelar ngurusin kerjaan di sebuah kantor , sebenarnya masih nunggu Lusi yang belon datang tapi karena waktu mepet rombongan yg sudah check in segera antri di imigrasi yang sore itu tumben2an puanjaaaang banget. Sport jantung lagi deh karena pas kelar imigrasi pas waktu tutup gate, lari2an deh saya ke gate nya, maksudnya kalo pesawatnya mo berangkat saya pegangin dulu ekornya biar ga jalan...... masih ada penumpang yang blon naik oooiiii...:)
Tapi untunglah pesawatnya pun belum datang. Jadi kita sempat selonjoran dulu di ruangan boarding melepaskan ketegangan, apalagi akhirnya Lusi muncul juga di menit2 terakhir.

Di LCCT hari udah tengah malam ketika kami mendarat, rencananya mau sewa van menuju penginapan, tapi ketika melihat loket bus kuning masih buka akhirnya kita berubah haluan, pertimbangannya apalagi kalo ga lebih murah harga tiketnya walau turunnya ga pas banget di depan hotel.

Sesampai di penginapan saya langsung tepar, tapi teman2 lain ternyata masih punya energi untuk nyamperin warung India di dekat sana, laper euy...

Day 2

Bangun pagi ibu-ibu dah pada rapi dan  duduk manis di ruang makan sambil menikmati teh dan roti bakar yang bikin sendiri di dapurnya, ternyata emang kuat-kuat semua ya, saya aja bangun jam segitu masih kleyengan. Begitu juga sebagian bapak-bapak dah bangun. Pak Sartono dah asyik dengan rokoknya di meja teras depan, ngebul-ngebul,dah mandi dan rapi jali.... cumaaan masih sarungan !! hehehe.....
Di susul pak Atim dengan tampang kucelnya keluar..juga sarungan... langsung duduk dan makanin roti lapis dari piringnya bu Eneng, si empunya piring cuman bengong hahaha.... Wuaduh  suasananya serasa dirumah sendiri di Jawa sana..

Kelar sarapan dan anggota rombongan dah siap semua kita keluar dari hostel dan bermaksud mau keliling2 sekitaran Bukit Bintang. Baru nyampe satu belokan di depan ibu-ibu dah pada narsis foto-foto bareng pohon dan plang nama jalan :)
Tiba-tiba ada yang sadar kalo Pak Sartono ga ada di rombongan, kemana ya? apa ketinggalan di hostel?  Akhirnya diutus Sendi sebagai anggota yang paling muda untuk mencek keberadaan pak Sar di penginapan dan setelah ditunggu akhirnya Sendi datang diiringi pak Sar dari belakang. Ada apa?
Ternyata sewaktu kita mau berangkat pak Sar pergi ke toilet dulu , kelar itu mau ke kamar untuk mengganti sarungnya dengan celana panjang, tapi ternyata kamar udah dikunci dan kita dah pada ga ada ! hahaha...

Jadi pagi itu sampai siang kita keliling-keliling Bukit Bintang aja, mampir ke Lot 10, poto2 di depan patung kubus yg muter2 di depannya, trus pas masuk BB Plaza ketemu toko yang jual2 souvenir..habislah waktu disana, shoping time bagi ibu2.

Sehabis Check out kami berangkat menuju batu cave dengan monorail dan bus, trus naik taxi ke Petronas. Disana hujan gede sehingga sampai maghrib baru sampai di KL Sentral. Rencananya kami akan berangkat menuju Singapore malam ini dengan menggunakan Kereta Tanah Melayu.

(KTMB) Kereta Tanah Melayu Berhad.

Ini adalah kereta milik kerajaan Malaysia yang salah satu trayeknya adalah KL - Singapore.
Berangkatnya dari KL Sentral, dimana disana menjadi pusat kereta KL baik yang comuter maupun antar kota maupun antar bangsa.
Untuk membeli tiketnya kita bisa langsung ke loketnya, pertama kita ambil nomor antrian dulu kemudian setelah nomor antrian dipaggil kita akan dilayani disalah satu loketnya, ini daftar nama kereta beserta trayeknya masing-masing :

1 - EKSPRES RAKYAT  BUTTERWORTH - SINGAPORE  -  -  -  -  160  160  170
 2 - EKSPRES RAKYAT  SINGAPORE - BUTTERWORTH  -  -  -  -  152  132  160
 10 - EKSPRES SINARAN UTARA  SENTRAL KUALA LUMPUR - BUTTERWORTH  -  -  -  -  144  150  148
 11 - EKSPRES SINARAN UTARA  BUTTERWORTH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  147  148  151
 12 - EKSPRES SINARAN SELATAN  SINGAPORE - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  186  178  165
 13 - EKSPRES SINARAN SELATAN  SENTRAL KUALA LUMPUR - SINGAPORE  -  -  -  -  164  180  117
 14 - EKSPRES SINARAN TIMUR  SINGAPORE - TUMPAT  -  -  -  -  174  172  170
 15 - EKSPRES SINARAN TIMUR  TUMPAT - SINGAPORE  -  -  -  -  157  159  159
 20 - SENANDUNG LANGKAWI  SENTRAL KUALA LUMPUR - HAT YAI  -  -  -  -  85  83  67
 21 - SENANDUNG LANGKAWI  HAT YAI - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  78  79  67
 22 - SENANDUNG MUTIARA  SENTRAL KUALA LUMPUR - BUTTERWORTH  -  -  -  -  158  149  131
 23 - SENANDUNG MUTIARA  BUTTERWORTH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  131  152  150
 24 - SENANDUNG SUTERA  SINGAPORE - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  144  72  10
 25 - SENANDUNG SUTERA  SENTRAL KUALA LUMPUR - SINGAPORE  -  -  -  -  115  123  67
 26 - SENANDUNG TIMURAN  SINGAPORE - TUMPAT  -  -  -  -  183  154  82
 27 - SENANDUNG TIMURAN  TUMPAT - SINGAPORE  -  -  -  -  130  166  181
 28 - SENANDUNG WAU  SENTRAL KUALA LUMPUR - TUMPAT  -  -  -  -  132  150  121
 29 - SENANDUNG WAU  TUMPAT - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  155  61  150
 9101 - ETS IPOH-SEREMBAN  IPOH - SEREMBAN  -  -  -  -  -  -  -
 9102 - ETS SEREMBAN-IPOH  SEREMBAN - IPOH  -  -  -  -  -  -  -
 9103 - ETS IPOH SEREMBAN  IPOH - SEREMBAN  -  -  -  -  340  340  340
 9104 - ETS SEREMBAN-IPOH  SEREMBAN - IPOH  -  -  -  -  340  340  340
 9106 - ETS SBN-IPOH  SEREMBAN - IPOH  -  -  -  -  -  -  -
 9201 - ET 01 PLATINUM  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  350  350  350
 9202 - ETS 02 PLATINUM  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  350  350  350
 9203 - ETS IPOH-KLS  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  -  -  -
 9204 - ETS KLS-IPOH  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  -  -  -
 9205 - ETS IPOH-KLS  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  340  340  340
 9206 - ETS KLS-IPOH  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  340  340  340
 9207 - ETS IPOH-KLS  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  -  -  -
 9209 - ETS IPOH - KL.SENTRAL  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  -  -  -
 9301 - ET 21 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  -  -  -
 9302 - ET 22 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  345  345  345
 9303 - ET 23 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  -  -  -
 9304 - ET 24 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  344  344  344
 9305 - ET 25 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  344  344  344
 9306 - ET 26 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  344  344  344
 9307 - ET 27 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  342  342  342
 9308 - ET 28 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  344  344  344
 9309 - ET 29 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  344  344  344
 9310 - ET 30 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  344  344  344
 9311 - ET 31 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  344  344  344
 9312 - ET 32 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  344  344  344
 9313 - ET 33 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  342  342  342
 9314 - ET 34 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  344  344  344
 9315 - ET 35 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  344  344  344
 9316 - ET 36 GOLD  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  344  344  344
 9317 - ET 37 GOLD  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  344  344  344
 9401 - ET 51 SILVER  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  342  342  342
 9402 - ET 52 SILVER  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  340  344  344
 9403 - ET 53 SILVER  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  340  344  344
 9404 - ET 54 SILVER  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  340  344  344
 9405 - TRANSIT IPOH-KLS  IPOH - SENTRAL KUALA LUMPUR  -  -  -  -  340  340  340
 9406 - TRANSIT KLS-IPOH  SENTRAL KUALA LUMPUR - IPOH  -  -  -  -  340  340  340
 9501 - ET 61 SILVER  IPOH - SEREMBAN  -  -  -  -  -  -  -
 9502 - ET 62 SILVER  SEREMBAN - IPOH  -  -  -  -  -  -  -
 9503 - ET 63 SILVER  IPOH - SEREMBAN  -  -  -  -  -  -  -
 9504 - ET 64 SILVER  SEREMBAN - IPOH  -  -  -  -  -  -  -
 9506 - ET 66 SILVER  SEREMBAN - IPOH


Untuk Trayek KL - Singapore malam hari memakai train no. 25 bernama Senandung Sutera

Untuk seat disediakan dengan jenis sbb:
Kursi kelas superior, harga : RM 34
Sleeping coach (tempat tidur) terdiri dari :
- Superior night (yang standar) harga : RM43
- Premier night deluxe,  harga : RM 131

Saya book sebanyak 15 orang superior night sehingga selama perjalanan rombongan bisa tidur.