Senin, 28 Desember 2009

BackPack To Sing-KL

Start:     Dec 28, '09 12:00p
End:     Mar 18, '10
itinerary:

18/3 Jkt - Sing by lion
19/3 Sing - KL by train
20/3 KL - Genting by bus
21/3 KL - Jkt by AA

Untuk diingat : yang ngajak ga lebih tau daripada yang diajak

Senin, 21 Desember 2009

Indonesian Destination Trip Inspiration

Tujuan wisata dibawah ini diambil dari tulisannya Trinity si Naked Traveling, mungkin bisa menginspirasi temans semua untuk segera mereguk keindahan Indonesia.


FOR SCUBA DIVING LOVERS
Taman Nasional Laut Bunaken
Sulawesi Utara

Taman laut yang sebenarnya merupakan gugusan lima pulau (Bunaken, Manado Tua, Siladen, Montehagen, dan Nain) ini adalah tempat menyelam terbagus dan termudah untuk diakses di Indonesia. Dengan luas sebesar 75.265 hektar dan tingkat visibility rata-rata 20 meter (kadang kalau sedang bagus bisa sampai 35 meter), para pencinta diving tinggal memilih saja beberapa dive spot untuk diselami. Yang paling favorit antara lain adalah Depan Kampung, Lekuan, Fukui Point, Mandolin Point, dan Bunaken Timur.

Agenda Utama: Terumbu karang di Bunaken adalah salah satu yang terbaik di dunia, dengan kekayaan lebih dari 2.000 jenis ikan. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal (wall) setinggi 25-50 meter, tempat berbagai jenis vertebrata dan invertebrata laut. Jenis-jenis ikan yang umum dijumpai antara lain wrase, dansel, trigger, sweetlip, unicorn, dan lain-lain. Salah satu keunikan Bunaken adalah lautnya yang dalam, hingga mencapai 1.000 meter. Di laut dalam ini kita bisa melihat beragam jenis ikan besar, seperti ikan tuna, marlin, hiu kepala palu, pari, layar, cekalang, barakuda, lumba-lumba, dan bahkan ikan paus. Arus air di Bunaken terkadang begitu kencang dan sulit diprediksi, jadi kurang cocok bagi penyelam pemula namun menantang bagi para scuba divers. Untuk akomodasi, Anda bisa menginap di Pulau Bunaken atau di sekitar Pantai Molas, Manado. Di kedua tempat tersebut terdapat dive operator yang dapat Anda pilih untuk ikut trip diving. Penginapan di Pulau Bunaken terdiri dari bungalow standar dan harganya termasuk paket makan. Tak ketinggalan, di sana juga ada beberapa tempat makan dan toko suvenir. Alternatif lain, Anda bisa menginap di Pulau Gangga yang sangat indah, terletak di Kepulauan Bangka. Tempatnya sekitar satu jam naik mobil dari Manado ke arah Bitung di utara dan 30 menit naik speed boat. Di sana terdapat resort dengan fasilitas lengkap, termasuk kolam renang dan spa.

Transportasi: Naik pesawat ke Manado (dari Jakarta kira-kira 3 jam), dari bandara Sam Ratulangi sekitar setengah jam ke Pantai Molas, lalu 45 menit ke Pulau Bunaken naik speed boat.

Anggaran: USD 10 per malam (fullboard) bila tinggal di Pulau Bunaken, mulai dari USD 64 per malam bila menginap di Molas.

FOR PARTY-GOERS
Pulau Gili Trawangan
Lombok, Nusa Tenggara Barat

Suka dugem? Nikmati suasana malam gemerlap di pulau dengan berkunjung ke Pulau Gili Trawangan (“gili” dalam bahasa Sasak artinya “pulau”). Bahkan para turis manca negara menyebut Trawangan sebagai “Party Island” karena kehidupan malamnya yang tidak pernah senyap. Jangan bayangkan tempat dugem ini sebesar yang ada di Jakarta. Tempatnya berbentuk semi outdoor, sehingga sebelum memutuskan masuk ke lantai dansa kita bisa memilih dulu jenis musik yang terdengar ingar-bingar dari luar, seperti reggae, lounge music, rave, sampai musik tarantuntung alias house music.

Agenda Utama: Selain kehidupan malam yang seru, pula dengan panjang 3 km dan lebar 2 km ini juga punya pantai indah. Pasirnya putih dan lembut bagaikan tepung, air lautnya pun berwarna biru bening dengan ikan-ikan kecil berwarna warni yang berseliweran. Jadi, luangkan waktu di siang hari untuk berenang atau snorkeling di pantai. Selain itu, keunikan Trawangan adalah sunset-nya yang sangat spektakular karena sinar matahari yang menyinari Gunung Agung dapat jelas terlihat dari pantai. Begitu juga sunrise-nya yang cantik karena sinar mataharinya menyembul dari Gunung Rinjani.
Tempat diving di saja juga bisa jadi tujuan utama Anda, terutama lokasi blue coral (karang yang berwarna biru) yang sangat unik. Tak jauh dari sana juga ada shark point, di mana Anda bisa melihat ikan hiu. Bagi yang belum bersertifikat scuba diver, Anda bisa mengambil lisensi di sana. Atau, jika kurang waktu ikut saja scuba introduction. Urusan perut, Anda bisa memilih beragam hidangan, mulai dari warung sampai fine dining di restoran. Bila bosan di Trawangan, Anda dapat pergi ke pulau tetangga, yaitu Gili Meno dan Gili Air.

Catatan: Di tempat ini tak ada kendaraan bermotor. Untuk berkeliling pulau Anda harus berjalan kaki atau naik cidomo, delman khas Lombok. Selain itu, ada baiknya Anda mencari penginapan yang jauh dari tempat dugem agar tidak terterpa keberisikan sepanjang malam.

Transportasi: Naik pesawat ke arah Ampenan, Lombok. Lalu, dari bandara Anda menuju ke Bangsal yang berjarak 30 menit, bisa naik taksi atau angkot. Dari Bangsal ke Gili Trawangan memakan waktu sekitar 45 menit naik speed boat.

Anggaran: Dengan beragam jenis penginapan yang tersedia di sana, kisaran harga dimulai dari Rp 50.000/malam (pas untuk para backpacker) hingga USD 80/malam di bungalow di resort.

FOR TREKKING AND CAMPING MANIACS
Pulau Sempu
Jawa Timur

Masih ingat film The Beach-nya Leonardo di Caprio? Indonesia ternyata juga punya pantai yang serupa. Letaknya pun masih di Pulau Jawa, tepatnya di Pulau Sempu. Yang menarik dari pulau yang satu ini adalah lagunnya yang indah, yang bernama Segara Anakan. Terletak di ujung pulau, air yang masuk ke dalam kolam raksasa ini berasal dari ombak yang menghantam secara periodik melalui karang bolong, dari Samudera Hindia yang terkenal ganas. Sementara itu, di sisinya adalah hamparan pasir putih yang lembut. Air lagun tersebut sangat jernih dengan warna yang bergradasi, mulai dari hijau tua, hijau muda, sampai biru muda, plus aman untuk direnangi karena pinggirnya yang dangkal dan airnya tidak berombak sama sekali. Dikelilingi tebing batu karang dan hutan lebat, Anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah setelah lelah berjalan kaki. Nikmati saja deburan ombak Samudera Hindia dan ramai suara bermacam burung. Bak di surga!

Agenda Utama: Pulau Sempu merupakan cagar alam yang masuk daftar Convention o­n International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Konon, hutannya memiliki 80 jenis burung, bahkan ada beberapa yang sudah hampir punah. Di samping itu juga masih ada babi hutan, muncak, kancil, dan lutung jawa. Bahkan kabarnya jika beruntung Anda bisa menemui jejak macan tutul.
Jangan tertawakan kegiatan camping ala Pramuka, karena Anda harus mencobanya di sana, berhubung tak ada fasilitas menginap di tempat ini, kecuali di Sendang Biru atau Anda bisa langsung kembali ke Malang. Bila menginap di Sempu jadi pilihan, jangan lupa bawa peralatan kemping. Atau, kalau tak mau repot Anda bisa menyewa porter. Dan, lalui waktu tidur di alam terbuka sambil memandang ribuan bintang. Atau, berenanglah di laut kala malam datang. Pastinya hal ini jarang Anda lakukan sehari-hari, bukan?

Transportasi: Dari kota Malang, Anda harus mengarungi perjalanan mobil selama 1,5 jam menuju selatan. Dari desa Sendang Biru, menyeberanglah naik perahu selama 15 menit, lalu arungi jalur trekking ke lagun selama 1,5 jam (tergantung kecepatan berjalan Anda).

Anggaran: Tergantung perbekalan.

FOR ALL-OUT ADVENTURE SEEKERS
Kepulauan Derawan
Kalimantan Timur

Tempat yang satu ini sangat unik untuk berlibur. Anda bisa berenang di pantai dan bertemu penyu, berenang di laut dan bertemu ikan pari raksasa, berenang di danau bertemu ubur-ubur– semuanya di satu tempat. Pulau ini adalah salah satu dari 6 gugusan Kepulauan Derawan, yaitu Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua, Pulau Panjang, Pulau Samama, serta beberapa pulau kecil dan gugusan karang lainnya. Menginaplah di losmen apung atau resort yang terpusat di Pulau Derawan. Dari sana, Anda bisa menyewa speed boat untuk berkelana ke pulau lainnya yang unik.

Agenda Utama: Habiskan siang hari dengan berenang di pantai berpasir putih dan berair bening dan nikmati keindahan laut yang biru. Di malam hari, jangan lewatkan kesempatan menonton penyu bertelur. Kalau Anda pergi ke Pulau Sangalaki (dijuluki juga Capital of Manta – ikan pari), Anda akan “dikepung” oleh begitu banyak ikan pari raksasa dengan lebar rata-rata 3,5 meter dan berperut putih serta bermulut amat lebar. Ada juga pari besar nan hitam dengan lebar jangkauan “sayap” sepanjang 6 meter, seperti Darth Vaders! Kala diving di perairan sekitar Pulau Maratua, nama lainnya Big Fish Country, Anda akan bertemu dengan ikan-ikan besar. Jangan lupa juga berkunjung ke Pulau Kakaban dan melihat Danau Kakaban, danau zaman prasejarah yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu. Danau serupa di dunia ini terdapat juga di Palau, Mikronesia. Uniknya, di danau tersebut terdapat ubur-ubur yang kehilangan kemampuannya untuk menyengat akibat berevolusi. Berenang di danau ini serasa seperti sedang berada di planet lain!
Kalau Anda ingin terlepas sepenuhnya dari dunia luar, tempat ini memang pas. Pasalnya, di sini Anda boleh mematikan ponsel Anda karena tak ada sinyal yang bisa ditangkap.

Transportasi: Naik pesawat menuju Balikpapan, lalu pindahlah ke pesawat jenis baling-baling (jenis ATR 42) dengan lama perjalanan satu jam ke Berau (pastikan bagasi Anda tak lebih dari 10kg/orang. Kemudian, arungi perjalanan laut selama 3 jam naik speed boat.

Anggaran: Menginap di losmen kira-kira Rp.50.000,00 per kamar, per malam. Atau, tidurlah di resor dengan tarif USD 40/malam. Keduanya belum termasuk biaya transportasi dan diving. Untuk makan, Anda tinggal pilih: makan “habis-habisan” di warung dengan budget Rp.20.000,00 per orang atau di resort dengan merogoh dompet USD 10.

FOR LAID-BACK PEOPLE
Pulau Cubadak
Sumatera Barat

Sering menghabiskan liburan dengan tak melakukan apa-apa? Boleh saja, tapi sesekali, pindahkan lokasinya dari rumah Anda ke pantai Pulau Cubadak, Sumatera Barat. Menginaplah di resort Cubadak Paradiso Village, yang rasanya—sesuai arti namanya—seperti berada si surga. Di belakang Anda terhampar hutan dan tebing, sedang di depannya adalah pantai berpasir putih yang dikelilingi pegunungan. Anda tak akan merasa seperti berada di laut, melainkan di danau. Plus, puaskan diri dengan memandangi air lautnya yang berwarna emerald green dan sangat tenang karena dilindungi oleh terumbu karang.

Agenda Utama: Beristirahatlah dalam kedamaian di “desa” yang memiliki sepuluh bungalow terbuat dari kayu dan atap rumbia, plus balkon langsung menghadap pantai. Kamar tidurnya yang berkelambu terletak di mezanin, di bawahnya adalah ruang tamu dan kamar mandi. Di depan restoran yang sekaligus juga perpustakaan, terdapat jetty yang terhubung sampai di atas laut, tempat para tamu leyeh-leyeh. Saking murninya, air dari keran pun bisa langsung diminum. Di siang hari, kala Anda bosan berbaring saja, berenanglah di pantai, trekking ke hutan, atau berpikniklah di pulau lain. Saat malam datang, bergabunglah dengan tamu lainnya di restoran dan resapi suara alam yang hanya ditengarai oleh suara burung.

Transportasi: Naiklah pesawat menuju Padang, kemudian lanjutkan dengan perjalanan mobil selama 2,5 jam menuju Desa Corocok, lalu lakukan perjalanan air dengan speed boat selama 10 menit.

Anggaran: US$ 75/orang/malam fullboard, termasuk airport transfer

Minggu, 22 November 2009

The Last Laskar Pelangi Trip

Kenapa saya bilang ini mungkin trip Laskar Pelangi yang terakhir ? Ini dikarenakan salah satu situs wisata wajib dari setiap trip Laskar Pelangi  dalam waktu dekat ini akan punah. Situs itu yaitu Replika sekolah anak-anak laskar pelangi yang didirikan di bekas tanah dimana sekolah anak-anak laskar pelangi benar-benar berdiri dulunya sekarang hanya tinggal rangkanya sajanya seperti terlihat pada gambar. Atap dan dinding sekolah sudah hilang dan tinggal kayu tiang  dan sepotong kayu besar yang menyangga sekolah ( ciri khusus sekolah itu ) yang hampir rubuh. Sehingga bila replika sekolah tersebut benar-benar hilang maka kalaupun masih ada tour Laskar Pelangi maka tour tersebut tidak akan pernah lengkap lagi. Kabarnya hilangnya atap dan dinding sekolah tersebut diambil oleh penduduk setempat yang memang tidak tahu, tidak peduli dan tidak juga merasakan manfaat dari keberadaan situs tersebut.Tapi sehubungan dengan akan diluncurkannya film sekuelnya yaitu Sang Pemimpi, mungkin akan ada tambahan beberapa tempat lainnya di Belitung yang akan menjadi situs wisata baru.

Saat ini saya ingin menceritakan perjalanan kami yang diadakan tanggal 14 s.d 15 November kemarin. Walaupun trip ini termasuk perjalanan yang singkat, tapi secara kualitas sangat bagus karena kami bisa mengunjungi semua tempat-tempat "must be visit " disana secara pulau Belitung sebenarnya tidaklah terlalu besar. Kami mengunjungi pulau-pulau di sekitaran Belitung Barat, 6 pantai, 3 sungai, dan 5 situs wisata disana.

Kami mendapatkan tiket Sriwijaya untuk penerbangan pagi jam 6.20. Sehingga saya sudah berangkat dari rumah dari jam 2.30 wib dinihari untuk mengantisipasi jarak tempuh yang lumayah jauh dari rumah ke bandara. Jam 3.00 bis damri yang membawa penumpang menuju bandara termasuk saya sudah berangkat dari poolnya. Dan jam 4.15 bis sudah memasuki bandara, perjalanan kali ini termasuk cepat dari biasanya yang butuh waktu 2 jam menuju bandara mungkin dikarenakan perjalanan yang dilakukan dini hari sehingga jalan terbebas dari macet dan bis bisa mengembangkan kecepatan dengan maksimal.
Karena waktu yang masih lama dan kantuk yang masih mendera akhirnya saya tidur-tiduran di kursi teras bandara itu, cukup banyak terlihat penumpang di pagi itu baik yang lagi duduk-duduk maupun lagi tiduran seperti saya. Setelah melaksanakan shalat Subuh saya menuju pelataran loket Sriwijaya yang berada di terminal 1 B sesuai janjian dengan teman-teman yang akan berangkat bersama ke Belitung. Disana sudah ada menunggu beberapa teman yang selalu kontak dari tadi, tidak menunggu  lama anggota rombongan sudah lengkap semua dan kami segera ikut antrian masuk ke ruangan chek in. Di konter Sriwijaya tujuan Tg Pandan tidak banyak terlihat penumpang yang antri sehingga kami tidak terlalu lama antri disana. Untuk penerbangan ke Tg Pandan ini kelihatanya Sriwijaya sangat on time. Jam 6 tepat pintu boarding sudah dibuka dan jam 6.20 tepat roda pesawatpun bergulir menuju lapangan pacu dan terbang menuju pulau Belitung.

50 menit penerbangan kami sampai di lapangan udara HAS Hadjanoedin, sebelumnya dari atas saya melihat pulau Belitung yang sebagian terlihat bolong-bolong akibat bekas galian timah baik yang resmi maupun tidak resmi, untuk yang ini pulau Belitung terlihat tidak begitu cantik.

Begitu keluar dari pesawat teman-teman yang punya jiwa narsis  lebih segera mengabadikan diri di lapangan tsb termasuk di depan plang nama lapangan udara, dan itu memakan waktu yang tidak sebentar sehingga petugas lapanganpun jadi termangu-mangu melihat turis lokal yang histeris ini ( thanks pak atas diberi kesempatan lebih ini....)

Kelar dari poto2 di lapangan terbang kami segera keluar dari pintu kedatangan dan segera di sambut oleh host kami yang telah menunggu dari tadi. Pak itho kalau gak salah namanya ( maaf pak kalau salah hehe.....). Segera kami menaiki kendaran yang sudah di sediakan dan segera melaju menuju kota Tanjung Pandan. Pemandangan yang pertama kami lihat adalah begitu bagusnya jalan-jalan disana dan yang lebih penting sepi kendaraan.......... Kami melaju tanpa terkendala macet , hanya ada satu dua kendaraan yang lewat dan sehabis itu kami juga melalui daerah yang kiri kanannya menyerupai hutan karena rimbunnya pepohonan disana. Setelah melalui hutan itu barulah kota Tanjung Pandan terlihat, tujuan kami kesini adalah mencoba Mie Belitong yang terkenal itu. Mie belitong terdiri dari mie yang ditambahi mentimun, tahu ,kerupuk dan disiram dengan kuah seperti kuah empek-empek tapi rasanya lebih manis, namun rasa manis itu segera saya tambahin dengan sambel yang tersedia disana dan sesuailah dengan selera saya yang lebih menyukai makanan dengan rasa pedas.
Harganya murah meriah, hanya Rp 7.000,- per porsi.

Sehabis dari sana kami dibawa oleh pak itho ke lokasi yang bernama Tanjung Berahu dan Tanjung Binga. Dari sini terlihat pemandangan pantai yang luar biasa indah. Disini tersedia penginapan berbentuk cottage. Sehabis bernarsis ria lagi kami kembali menaiki kendaraan menuju penginapan kami di daerah Tanjung Kelayang. Disepanjang perjalanan itu saya melihat perkampungan Bugis dengan beberapa kapal layar yang sedang dalam proses pembuatan.

Disini kami segera menurunkan barang bawaan di kamar hotel yang disediakan dan bersiap untuk berwisata air ke pulau-pulau sekitaran Belitung Barat ini. Sementara kapal kami sudah siap dan nasi box juga sedang dipersiapkan.

Pulau-pulau yang kami kunjungi adalah :
1. Pulau batu yang berbentuk kepala anjing, disini kami tidak merapat karena pulau itu memang tidak bisa di tambati kapal.
2. Pulau Burung, pantainya berpasir halus dan indah,disini tempat bagus untuk snorkling dan mempunyai bebatuan yang berbentuk kepala burung di pantainya.
3. Pulau Lengkuas, disini terdapat sebuah mercusuar tua yang dibangun Belanda pada th 1884, pengunjung bebas menaikinya kecuali kalau lagi hujan karena takut ada petir yang menyambar, saat disana hujan mengguyur deras sehingga kami menunggu lama untuk bisa menaiki mercusuar karena harus menunggu hujan reda, thanks untuk pak petugas mercusuar...
4. Pulau Babi, sebuah pulau kecil yang indah dengan deretan batu-batu unik di lepas pantainya, yah disini mirip mirip phi phi island lah... (sok teu hehe..) tapi sumpe deretan bebatuannya indah dan unik sekali. Informasinya Ini tempat paling strategis untuk melihat sunset.
5. Pulau Batu Berlayar, sebuah pulau kecil yang indah lainnya yang mempunyai batu besar banget sehingga kalau dari jauh terlihat seperti layar kapal diatas air.
 

Setelah menikmati sunset yang gak penuh ( soalnya lagi banyak awan sore itu ) kami kembali ke hotel.

Malamnya mulailah kami berwisata kuliner ke kota Tanjung Pandan. Disebuah rumah makan kami memesan Gangan makanan khas Belitung yang berupa gulai Kepala Ikan Kerakap beserta makanan seafood lainnya. Hidangan Gangan lumayan mahal seharga Rp. 85.000,- per mangkok. Setelah itu kami juga diajak pak itho mencoban Cumi Bangkong alias cumi besar yang dikeringkan dan ketika akan dimakan harus di panggang dulu diatas bara dan dimakan dengan cocolan saus pedas. Makanan ini termasuk makanan cemilan bukan makan besar dan dimakan sambil melakukan kegiatan lain seperti ngobrol dan ngopi. Setelah itu kita mengunjungi Pantai Tanjung Pendam yang mirip seperti daerah Ancol dimana tempat muda mudi beradu janji. Disana juga terdapat berbagai cafe dan toko-toko.

Besoknya jam 6.00 pagi kami sudah siap chek out dari hotel dan segera memulai perjalanan napak tilas laskar pelangi.
Tempat-tempat yang kami kunjungi kebanyakan berlokasi di Belitung Timur.

1. Tanjung Tinggi, masih di Belitung Barat lokasi shooting Laksar Pelangi dan Sang Pemimpi.
2. Sijuk, tempat banyak terdapat rumah tradisional melayu belitung dan terkenal dengan kebun duriannya.
3. Vihara Dewi Kwam Im, ditemukan kembali puluhan tahun yang lalu, umurnya diperkirakan sudah 200 th labih yaitu sejak pemukim China pertama kali datang ke Belitung.
3. Pantai Burung Mandi
4. Kota Manggar dimana terdapat toko kapur Aling, kedai kopi Akiong, pasar Manggar dll.
5. Kecamatan Gantong, dimana tempat sekolah anak-anak Laskar Pelangi berada.
6. A1,  Lokasi rumah petinggi tambang timah zaman dahulu dimana Flo berada.
7. Bukit Samak , disana terdapat sebuah restoran dan melihat pantai-pantai sekitar Belitung timur dari ketinggian.
8. Bendungan Peer ( kalau ga salah..) peninggalan zaman Belanda
9. Sungai Lenggang dimana tokoh tokoh Laskar Pelangi pernah beraktivitas.
10. Pantai Nyiur Melambai.

Puas berkeliling dan take picture buanyaak banget kendaraan yang membawa kami kembali menuju arah Belitung Barat untuk mencapai bandara segera karena kami dijadwalkan terbang jam 14.45, Sempat deg-degan juga karena jam sudah menunjukan pukul 12.15 dan setidaknya kami sudah harus berada di bandara jam 13.15. untuk chek in. Namun pak itho memang supir yang top, dengan mengambil jalan pintas kami bisa mencapai bandara jam 13.15 pas. Tapi ternyata bandara belum buka !!...
Kesempatan itu kami manfaatkan untuk beli oleh-oleh disekitaran bandara dan sholat. Jam 13.45 ruangan chek in pun dibukan dan setelah pamit dengan pak itho yang telah menemani selama ini kami segera masuk untuk chek in dan duduk di ruang tunggu.
Pas kami masuk hujan deras segera mengguyur bandara, pesawat Sriwjaya pun terpaksa menunda keberangkatan karena keadaan cuaca yang tidak memungkinkan itu. Setelah reda barulah penumpang diperkenankan untuk naik dan kami segera terbang menuju Jakarta kembali. Lamat-lamat pulau Belitung kami tinggalkan dengan banyak kenangan disana.
Sekitaran jam 5 pesawat sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta, dan kami berpisah dengan teman-teman disana untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah. See u all friend.... semoga bertemu di trip lainnya. Thanks for join..........

Minggu, 08 November 2009

Minangkabau I Miss U


Beberapa waktu lalu sebelum kejadian gempa saya dengan beberapa teman sempat berkunjung ke ranah minang. Kebetulan untuk trip kali ini teman2 seperjalan berusia lebih senior dari saya. Tapi disiplin mereka lumayan juga. Kita janjian jam enam pagi, eh mereka dah ada di ruang tunggu jam
setengah enam, padahal saya mah baru sampai di bandara jam segitu dan sehabis cek in masih jalan jalan diluar karena ga nyangka mereka dah datang.
Pagi itu Lion air hanya delay beberapa menit setelah jadwal yang ditetapkan. Saya dan empat orang teman menaiki pesawat dengan kode R -900 ( kalau ga salah ) yang katanya baru datang dari pabriknya. Tapi menurut saya pribadi kabinnya ga beda sama pesawat yang dulu, cuman emang ruang bagasi diatasnya lebih besar daripada yang sebelumnya. Perjalanan membutuhkan waktu 1 jam 15 menit. Ketika pramugari memberitahukan bahwa kami sudah berada dia atas kota padang saya yang duduk dekat jendela di suguhi pemandangan indah tepi pantai sumatera, pasir putih dengan pohon kelapanya berjumpa dengan ombak yang menjilat-jilat.
Setelah mengambil bagasi kami tidak langsung keluar dari gedung tapi celingak celinguk nyariin host kami yang janji akan menjemput disana dan untunglah tak beberapa lama kemudian si Uda itupun datang. Sebuah Innova sudah menunggu di pelataran parkir bandara untuk membawa kami ke sebuah rumah makan di pusat kota padang. Tapi selama di padang kami perhatikan gak satupun ada rumah makan padang, yang ada  rumah makan sederhana, rumah makan simpang raya , rumah makan lamun ombak dan semacamnya hehe....ya iyalah semuanya kan bermenu masakan padang, wong udah di padang.
Makan menjelang siang itu terasa sangat nikmat sekali, alasannya pertama karena emang belum makan dari pagi, kedua,  teman-teman saya itu baru pertama kalinya ini mendapatkan padang " original menu " , walaupun di jakarta ada rumah makan padang tapi kalau makan langsung di daerah asalnya tetap terasa beda. Ga percaya? coba deh..pasti beda..hehe..
Setelah perut kenyang barulah kami berunding menentukan tujuan trip kita kali ini, aneh ya dah nyampe di tempatnya baru nentuin mau pergi kemananya. Tapi berhubung memang kita go show aja dari Jakarta dan teman-teman emang ngandelin saya sebagai guidenya maka jadilah rundingannya terjadi di rumah makan itu. Setelah melalui perundingan yang alot dan panjang..eh ngga ding, akhirnya kita memutuskan mengunjungi Batu Malin Kundang, karena ini yang sudah akrab didengar bapak-bapak itu tapi belum pernah melihatnya langsung. Akhirnya Innova kami melaju menuju pantai Air Manih, pak sopir membawa kami melalui jalan berliku-liku yang menaiki bukit dan kemudian turun lagi menuju pantai, katanya ada dua jalur menuju pantai dan yang menaiki bukit ini yang lebih cepat dan kita juga bisa menyaksikan kota Padang dari ketinggian bukitnya.
Setiba disana kami langsung menuju tujuan utama yaitu batu malin kundang, sedangkan pantainya sendiri terlihat tidak begitu diminati oleh teman-teman .


Terlihat di tepi pantai beberapa bongkah batu yang menyerupai perahu dan ditengah tengahnya ada batu-batu yang berbentuk tong-tong, tali, kayu dan sebongkah batu menyerupai orang yang sedang telungkup.
Melihat ukuran batu yang melingkat tsb sepertinya perahu si malin kundang menurut saya ga terlampau besar, lebih menyerupai perahu penangkap ikan kayu atau kapal kayu pembawa kayu yang ada di pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta. Tapi mungkin di jaman dulu perahu seukuran itu sudah termasuk lumayan dan biasa mengarungi lautan sampai ke Malaka sana.
Sambil melihat-lihat batu-batu itu saya sempat membayangkan kondisi psikologis si Malin Kundang yang durhaka dan si Ibu yang mengutuknya.
Disatu pihak si Malin Kundang yang datang bersama istrinya yang berasal dari sebuah kota metropolitan maha modern tanpa diharapkan bertemu dengan si Ibu yang berasal ( sama dengan si Malin juga) dari dusun terpencil nyaris seperti hutan. Disini ada perbenturan dua budaya dimana budaya kota metropolitan dianggap lebih tinggi dari budaya yang di perlihatkan oleh ibunya Malin. Alias budaya modern dengan budaya Udik. Alangkah merasa malunya Malin ( mungkin semula Malin ngebokis sama istrinya kalo dia itu berasal dari tempat yang modern juga ) ketika istri dan awak perahu mengetahui bahwa dirinya berasal dari budaya yang udik itu dan terjadilah "Pengingkaran" itu yaitu Malin tidak mengakui wanita yang dengan sukacita menemuinya adalah ibu kandungnya. Secara history kondisi budaya dan kemospolitan tanah Minang sendiri pada jaman dahulu tidaklah terlampau ketinggalan di bandingkan tanah Malaka karena di Minang sendiri ada kerajaan Minangkabau yang cukup berpengaruh di pergaulan internasional kala itu. Cuman memang si Malin sendiri berasal dari suatu daerah di Minangkabau yang agak tertinggal dan terpencil dari daerah lainnya ( kayaknya sampai sekarang masih deh.... ). Dan yang bikin malu si Malin selain dari tampilan ibunya yang -ndeso- banget juga karena suguhan makanan yang dibawa sang ibu. Makanan yang dibawa itu menurut ukuran ke moderan jaman itu dan juga sekarang adalah tidak layak dimakan oleh manusia.
Di pihak lain sang Ibu pun tidaklah salah karena makanan yang beliau bawa adalah makanan kesukaan si Malin waktu masih bersamanya. Saya membayangkan bagaimana sukacitanya sehingga berurai air mata sang ibu ketika dia diberitahu bahwa anak si jantung hati yang disangka sudah meninggal ternyata masih hidup dan sudah jadi "orang". Dan untuk menyambut kedatangan sang anak itu ia ingin menghidangkan makanan terbaik yang ia punya. Sang ibu segera teringat akan makanan kesukaan sang anak yang dicintai. Dengan pontang panting beliau meracik makanan itu dan segera menempuh laut luas untuk mengunjung kapal si Malin. Dan....... sayapun tak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hati sang ibu ketika di  ditolak oleh sang anak, sakit luar biasa, pilu luar biasa, ngilu sampai ke relung hati yang terdalam...Mmh..sampai pada tingkatan ini memang ga salah kalau Allah sang Pencipta mengabulkan langsung permintaan sang Ibu.
Di Pantai Aia Manih terlihat sepi pada hari itu karena memang saat itu adalah hari kerja, disamping batu malin kundang terdapat beberapa tenda yang menjual kaos dan aksesoris untuk oleh-oleh, sedangkan di sepanjang garis pantai terlihat bungalow yang berjejer rapi.
Dari sana kami melanjutkan perjalanan ke Siteba untuk mengunjungi saudara salah seorang teman. Tak lama disana kami melanjutkan perjalanan menuju Pariaman. Pariaman terkenal dengan Sate Pariaman dan Sala Lauak nya. Disana juga ada beberapa pantai yang indah, salah satunya adalah pantai Gandoriah yang berada pas di belakang pasar Pariaman. Sekali setahun disana juga diselenggarakan Festival Tabuik yaitu suatu prosesi yang diakhiri dengan melempar tabuik ke laut dalam rangka mengenang kematian cucu nabi Hasan dan Husein.

Selepas Pariaman hari sudah mulai malam, setelah mampir untuk makan sate pariaman yang lezat itu kami meneruskan perjalanan ke danau Maninjau. Untuk sampai kesana kami melewati Sungai Limau , Tiku, Manggopoh, dan Lubuk Basuang. Kami menginap disalah satu hotel di pinggiran danau Maninjau.
Besoknya setelah menikmati keindahan Maninjau kami berangkat menuju Bukittinggi dengan melalui kelok 44 yang terkenal itu, di sepanjang jalan yang berkelok-kelok tajam itu selain di suguhi keindahan danau Maninjau dari ketinggian juga ditemani oleh sekelompok monyet-monyet yang setia nangkring di pinggir jalan memperhatikan kendaraan yang lewat dan mengharapkan ada yang melemparkan makanan atau kacang ke pada mereka. Kelok 44 emang seru sehingga salah satu dari bapak-bapak itu terlihat pucat karena mual hehe...
Salah satu objek wisata setelah kelok 44 adalah Ambun Pagi, disana tersedia parkiran dan juga sebuah resort, namun kami tidak sempat mampir kesana karena sudah keburu siang.
Dua setengah jam perjalanan kamipun tiba di Bukittinggi. Dan tempat pertama yang kami sambangi tentu saja sang Ikon Bukittinggi yaitu Jam Gadang, semua nya tidak lupa mengabadikan diri di kaki sang jam Gadang sebagai bukti bahwa kami sudah pernah menjejaki kaki ke bumi Minangkabau dan Bukittinggi khususnya.
Didepan jam gadang adalah pasa ateh dan di sisinya terdapat pasar yang menjual segala pernak pernik tanda mata bagi wisatawan, dari yang seharga dua ribu sampai yang seharga dua ratus ribu, kalau ingin oleh-oleh yang lebih ekslusif lagi ada di toko-toko di depan sebuah hotel berbintang lima di belakang jam gadang yaitu baju sulaman khas bukittinggi yang bisa mencapai harga tiga jutaan, tapi yang seharga ratusan ribu juga ada siy..
Tapi ternyata bukan ibu-ibu saja yang hobi shopping ya, teman-teman saya yang semuanya lelaki itu setelah get picture langsung terjun ke keramaian pasar cinderamata itu. Kami sempat terpisah beberapa saat tapi perut jugalah yang mempertemukan. Kami berjumpa lagi disebuah kedai di depan mesjid Raya Bukittinggi yang menyediakan sate Padang plus es tebak, syedaaaap.
Selesai makan dan sholat teman-teman sudah minta diantar lagi ke pusat penjualan " Karupuak Sanjai ". Tapi saya mengusulkan untuk terlebih dahulu mengunjungi spot wisata terkenal yaitu Lobang Jepang di Panorama dan Ngarai Sianok.
Lobang Jepang seperti namanya adalah gua buatan yang dibikin pada masa penjajahan Jepang dengan bantuan tenaga kerja paksa dari rakyat Indonesia yang akan dipergunakan oleh tentara Jepang sebagai markas mereka kalau nanti ada serangan dari Sekutu. Pada jaman dahulu gua itu berdiameter sangat sempit terutama pintu masuknya tapi sekarang lorong-lorongnya sudah diperbesar dan dindingnya juga telah di semen untuk keperluan wisata. Didalamnya terdapat ruangan-ruangan untuk berbagai keperluan tentara Jepang, seperti ruang komando, tahanan, ruang makan, gudang, kamar tidur, gudang amunisi, dan lubang pembuangan baik sampah maupun manusia. Panjang lubang tsb sampai sekarang belum diketahui pasti, diperkirakan lubang tersebut malang melintang di seluruh bawah tanah kota Bukittinggi dan mempunyai pintu keluar yang banyak. Untuk wisatawan hanya beberapa lorong saja yang dibuka demi keamanan.
Sehabis dari sana dan kemudian melihat ngarai Sianok kamipun berangkat ke pusat penjualan karupuak sanjai oleh-oleh khas tanah Minang di Jl Kapas Panji. Disana ada karupuak sanjai balado, karak kaliang, karupuak kuniang, karupuak kacang, dll. Kita tinggal pilih dan penjaga toko akan langsung membungkus dengan kardus yang sudah ada merk tokonya. Jam empat sore kami kembali ke Danau Maninjau untuk kembali ke hotel. Tidak lupa kami membeli kacang sebagai oleh-oleh buat kera-kera di kelok 44.
Esok paginya kami chek out dari hotel dan langsung menuju ke bandara Internasional Minangkabau karena kami dijadwalkan akan terbang dengan penerbangan jam 10 pagi.

Sewaktu cek in di bandara terlihat banyak calon penumpang membawa kardus-kardus besar untuk dimasukan ke bagasi. Tapi setelah ditimbang tak ada yang beratnya lebih dari 10 kg, wong isinya cuman kerupuk hehehe............
Jam 11.30 kami semua kembali sampai di bandara Soeta dengan selamat dan berakhirlah perjalanan kali ini. See u guys.................. 

Jumat, 31 Juli 2009

PLAN TRIP AKHIR TAHUN

Temens semua, ini ada plan trip untuk akhir tahun, masih lama sih..tapi ini baru title nya aja dulu ya sambil menunggu respond dari temans semua, kalau peminat cukup kita akan post itinerary lengkapnya. Atau ada usulan lain ?   Salam.

UJUNG KULON - FOR CANOING and TREKKING.
16-18 Oktober 2009
Minimal Peserta  20 orang
Biaya : Rp. 699.900,-


BELITUNG - ISLANDS and LP
14-15 November 2009
Minimal Peserta 10 orang
Biaya : Rp. 900.000,- 
Biaya tidak termasuk pesawat Sriwijaya - Tg pandan PP



Senin, 27 Juli 2009

Karimun Jawa




Ini trip tgl 17 Juli via Jepara. Mengunjungi Pulau menjangan besar, cemara kecil dan cemara besar serta pulau tanjung gelam.

Kamis, 02 Juli 2009

Urgent News : Vacation in Karimun Jawa

Temen-temen semua...........

sehubungan dengan Musim Liburan ini maka semua fasilitas di KJ maupun transportasinya full book semuanya. Untuk transportasi via semarang dengan KPC Kartini pada tanggal tersebut juga sudah habis terjual.

Untuk itu kami mohon maaf atas kejadian tidak terduga ini.
Oleh karena itu maka solusinya adalah trip tanggal 17-20 tersebut transportasinya dialihkan melalui Jepara dengan menggunakan angkutan ferry kelas ekonomi dan menginap di rumah penduduk. Untuk ini kami sudah membooking tempatnya.
Untuk trip via JEPARA PP ini biayanya hanya Rp. 500.000,-
( tidak termasuk transport tempat asal ke Jepara PP )

Sedangkan bagi teman-teman yang kurang comfort dengan trip backpack seperti diatas kami tawarkan untuk mengikuti trip ke Karimun Jawa via SEMARANG pada tanggal 24-26 Julinya. Itinerary nya sama seperti semula.
Biaya Rp. 599.000,-
(Tidak termasuk transport dari tempat asal ke Semarang PP )

Untuk jadwal DP dan pelunasan masih seperti semula

Itinerary VIA JEPARA

Jumat, 17
17.00-19.00 Kumpul di Terminal Rawamangun/Berangkat dari home base masing2
20.30-07.30 Tiba di Jepara langsung menuju pelabuhan Kartini

Sabtu, 18
08.00-09.00 Makan pagi di Pelabuhan
09.00-15.00 Perjalananan menuju P.  Karimun
15.00-15.30 MenujuPenginapan
15.00-18.00 Acara bebas / snorkel + mancing + hunting foto
18.00-19.00 Melihat sunset
19.00-21.00 Makan malam
21.00-06.00 Istirahat

Minggu, 19

07.00-08.00 Sarapan dan Persiapan wisata  ke Tj. Gelam
08.00-12.00 Berenang/ snorkel/bermain air/hunting foto di Tj. Gelam
12.00-13.00 Makan siang di Tanjung Gelam
13.00-15.00 Menuju Pulau Cemara, Menjangan Kecil/Menjangan Besar, aktifitas snorkel
16:00-17.00 Kembali ke penginapan
17.00-18.00 Belanja dan hunting foto human interest/pasar/mesjid dll
19.00-20.00 Makan Malam dan acara bebas
21.00-06.00 Istirahat

Senin, 20

05.00-06.00 Melihat sunrise
06.30-07.30 Sarapan dan persiapan pulang
07.30-08.30 Packing dan siap2 menuju pelabuhan
09.00-15.00 Pulang ke Jepara menggunakan kapal ASDP Kmp. Muria
15.00-16.00 Tiba di pelabuhan Jepara naik bus dan langsung menuju Jakarta
17.30.03.00 Tiba di Jakarta


Biaya berkurang menjadi Rp. 500 ribu untuk dua malam menginap.

Terima kasih.
Mas Indra
www.jalanjalanhemat.multiply.com
HP : 08176576740


Rabu, 24 Juni 2009

Catper Rafting in Cicatih Juni 2009

Perjanjiannya jam 8 teng kita dah berangkat menuju Sukabumi ke tempat lokasi rafting. Namun emang pagi itu kayaknya saya lagi di uji adrenalinnya hehe.. ( padahal pergi rafting buat tes adrenalin  juga ya ). Persoalannya dari rumah dari jam 5 pagi saya dah siap-siap berangkat, namun sayangnya pas sampe di stasiun Bogor kereta yang jadi inceran berangkat jam 6 dah berangkat pas ketika saya sampai di depan bodi tu kereta. Dan terpaksalah harus menunggu kereta berikutnya setengah jam lagi. Ditunggu tunggu dah setengah jam kereta yang saya tumpangi masih aja gak bergerak-gerak, wah ada apa nih ? Namun untunglah 15 menit kemudian tuh kereta express jalan juga walau dah molor 1/4 jam dari jadwalnya. Ditengah perjalanan temen2 yang dah sampai di meeting point pada terus menghubungi. Jam 8 dah lewat kereta pun belon sampe di stasiun terakhir. Pake harus ngantri juga. Setelah selesai dengan kereta ada lagi masalah baru, yaitu berhubung hari itu jalan sudirman dan thamrin alias seputaran monas di tutup jadi busway gak jalan pagi itu, padahal busway menjadi andalan saya menuju meeting point di senayan. Duh gimana nih, akhirnya nyari2 taxi dapat juga dan si taxi harus muter2 sampe kuningan supaya bisa jalan tembus ke senayan. jam sudah 8.30 wib, Wuaduh Rizky dan temen2nya dah full team disana dari jam setengah delapan dan sekarang semuanya cuman nungguin saya....
Syukurlah jam 8.45 akhirnya sampai juga di senayan dan ketemu teman2 dan pak sopir bis kita yang dah datang dari jam setengah tujuh !!!
Setelah perkenalan sebentar kita langsung tancap gas menuju tol di gatot subroto trus menuju ciawi. Seperti tlah di duga sebelumnya di simpang Ciawi macet parah.. terlintas lagi pikiran gimana kalau kita telat sampe di meeting point providernya nih. Namun mba Lana CS dari provider rafting kita menelepon dan menyatakan kalau kita telat is no problem, ditungguin kok, oh thanks.
Ternyata pagi itu yang bener2 macet total adalah jalur ke puncak, bis pariwisata dan mobil pribadi pada berjejer di jalan itu, sedangkan jalur kesukabumi macetnya hanya sampai perempatan Ciawi, abis itu lancar lagi, apalagi pak sopir pintar cari jalan alternatif sehingga perjalanan kita lancar sampai meeting point rafting kita tepat jam 12.00.
Disana kita disambut dengan makan siang yang yummy banget, lagi laper2 (maklum dari pagi buta dah jalan:)) eh ada suguhan makanan sunda ini. Ada ikan gurame goreng, empal, tahu etc. mmm..kenyang. Abis makan kita jadi "idup" lagi dan siap berafting ria.
Jam 13.30. tim rescue rafting dah tiba dan kita diantar dengan angkot menuju start poin rafting di tepi sungai cicatih.

Selasa, 26 Mei 2009

Ujung Kulon, P.Peucang




time to relax, enjoy naturality and take sea to swim, snorkling and beaching

Minggu, 24 Mei 2009

Trip Ujung Kulon 22-24 Mei 2009

Pulau Peucang, our destination


Baru nyampe dah berlayar lagi menuju ke cibom tuk treking menuju Tanjung Layar



Di cibom mejeng dulu di welcome sign Taman Nasional Ujung Kulon


Ngeliat jejak kaki Banteng di jalur treking
Mercusuar terkini di Tanjung Layar, daerah paling ujung dari Java island
Tanjung Layar diliat dari atas mercu suar, maaf pak kosasih (penjaga mercusuar) kita lupa bawa buah tangan...

Siluet di Cidaon, sambil bersiap kembali ke P.Peucang


Besoknya kita snorkling dan berenang di P.Badul
Bersiap kembali ke darat







































Sabtu, 09 Mei 2009

update 3 ujung kulon 22-24 mei

Start:     May 9, '09 07:00a
Dear temans semua,
Ada beberapa pengumuman nih,
1. Untuk memudahkan koordinasi dan informasi nantinya maka mentemans semua dibagi menjadi 4 kelompok ya, pengelompokan ini bukan berarti nanti jalannya kita misah-misah, kita tetap satu tim tapi kalo ada info atau hal lainnya kan kita bisa colek teman satu grup ya kan.
2. Saya baru dapat info dari teman di UK kalau disana ternyata ada yang nyewain alat snokling, jadi mentemen yg mau snokling tapi ga bawa alat kali aja bisa minjem disana. info biaya sewanya "biasanya" 50 rb/hari. ( ini biasanya ya, soalnya mana tau pas kita kesana jadi 'gak biasa" hehe...)
3. Sekali lagi selama trip disediakan makan kecuali selama perjalanan Jkt - Uk - Jkt. Dan menunya sedeerhana ya, jadi kalo ada yang mau bawa logistik tambahan ya mangga...
4. Untuk meeting point udah fix di parkir timur senayan ya di depan pos polisi. Aksesnya gampang, kalo naik bis umum pilih yang melewati jl.sudirman/senayan/semanggi. Turun di halte busway semanggi samping hotel sultan. masuk ke dalam belok kanan dikit ketemu deh.
4. Sehubungan ada menteman yang berasal dari luar kota sehingga membutuhkan waktu untuk menuju senayan maka jam kumpul paling lambat jadi jam 21.00.WIB.

Kelompok A

1. Indra
2. Rita
3. Yana
4.Tini
5.Nia
6.Asrianti Mira
7.Sofia
8.Dina
9.Tiwi


Kelompok B

1.Sharon
2.Mia
3.Rieke
4.Lenny
5.Nurul
6.Yeni
7.Kiki
8.Tita
9.Bonang A.

Kelompok C

1. Riky
2.Henny
3. Rini
4. Rahmi
5. Ginanjar
6. Aditya
7. Ahmad
8. Arozona
9.Ayu kusuma

Kelompok D

1. Rita Nurhaeni
2. R. panji
3. Anggi
4. Arief
5. Aseng
6. Marlina
7. Novita
8. Linda
9. Agus Triwijaya

Itu dulu ya. tks

Sabtu, 02 Mei 2009

(Update ke2) DPT/Daftar Peserta Tetap Trip Ke Ujung Kulon Mei 2009

Start:     May 22, '09 01:00a
End:     May 24, '09
Dear All, Berikut peserta yang sudah memastikan keikutsertaan untuk perjalanan kita bersama ke Ujung kulon/P.peucang.

1. Henny Sulistyaningsih (Lunas)
2. Rini satriani (Lunas)
3. Rahmi Bunga A. (Lunas)
4. Aditya rachmanto (Lunas)
5. Riky Dimiaty (Lunas)
6. Asriati Mira (Lunas)
7. Sofia Rita (Lunas)
8. Marlina (DP)
9. Novita (DP)
10.Aseng (DP)
11.Sharon Ayumedia (DP)
12.Nurul rizki (DP)
13.Mia Mintarsih (DP)
14.Rieke Apriani (DP)
15.Yenny M.Pratiwi (DP)
16.Lenny handayani (DP)
17.Kiki Haryati (DP)
18.Tita Dewi (DP)
19.Ginanjar (DP)
20.Ahmad Raya (DP)
21.Arizona Lestari (DP)
22.Ayu Kusuma (DP)
23.Rita harahap (DP)
24.Yana Mulyanah (DP)
25.Linda Kristina (DP)
26.Agus Triwijaya (DP)
27.Tini (DP)
28. Nia (DP)
29.Rita Nurhaeni (DP)
30.R.Panji (DP)
31.Anggi (DP)
32.Arief (DP)
33.Bonang Aditya (DP)

Berikut yang akan konfirmasi Besok (Senin/4-5-2009)

34. Radhiyatam
35. Nurfitri
36. Maharani Sonya
37. Diah
38. Dedah
39. S.O from Jogja

Untuk meeting point saya ngusulin di :
Parkir Timur Senayan depan pos polisi. Masuk dari pintu Jl. Sudirman yang sebelahan dg Hotel Sultan, pintunya pas di halte Busway Semanggi, mungkin ini bisa diakses dari semua jurusan. Untuk yang mau ikutan dari Bogor bareng saya juga boleh, ntar kita tentuin aja dimana ketemuannya.
Bila ada usulan lain silahkan mentemen ajukan.

Tks


Untuk Update ke 1 bisa diliat di http://groups.yahoo.com/group/tamasyaclub/message/5200

Sabtu, 25 April 2009

UPDATE Peserta Trip Bareng Ke Ujung Kulon, 22-24 Mei 2009

Start:     May 22, '09 08:00a
End:     May 24, '09
Location:     Banten, Ujung kulon
Dear All,

Dibawah ini saya cantumkan list peserta terakhir yang mendaftar sampai saat ini, tapi sebelum itu ada beberapa hal yang mungkin dapat kita ketahui bersama yaitu :

1. Sehubungan dengan tingginya animo teman-teman terhadap kegiatan jalan bareng kita ini ( kami sangat senang karenanya ) jadi kami tak kuasa menolak antusiasisme teman-teman yang mendaftar sehingga max. peserta kami naikan menjadi 39 orang. Untuk itu pada saat kegiatan nanti saya minta bantuan menteman untuk memperlacar koordinasi. Semoga dengan semakin banyaknya peserta ini akan membuat perjalanan kita makin ok, dan memperluas jejaring teman-teman kita semuanya.

2. Untuk mentemen yang terdaftar di urutan 40 dst, dengan berat hati kami tetapkan sebagai peserta cadangan.

3. Selama trip : Taman Jaya/Sumur -- P. Peucang -- Tg. Layar -- Sumur/Tmn. Jaya, logistik/ makan kita sediakan, tapi dengan menu yang sederhana, jadi kalo mentemen ada yang kurang sreg dengan menu tsb dapat membawa logistik cadangan dari rumah, siapa tau bisa di share :D

4. Dp paling lambat tgl 30 April ya.


Daftar Peserta UK,

1. Marlina (fix)
2. Novita Meiliana (fix)
3. Aseng (fix)
4. Sharon Ayumedia (fix)
5. Nurul Rizki (fix)
6. Mia Mintarsih (fix)
7. Rieke Apriani (fix)
8. Yenny M.Pratiwi (fix)
9. Kiki Haryati (fix)
10. Tita Dewi (fix)
11. Lenny Handayani (fix)
12. Linda Kristina
13. Agus Triwijaya
14. Radhiyatam Mardhiyah
15. Nurfitri Putrianti
16. Heny Sulistyaningsih
17. Rini Satriani
18. Rahmi Bunga Anggraini
19. Ginanjar
20. Aditya Rachmanto
21. Riky Dimiaty
22. Ayu Kusuma
23. Rita
24. Yana
25. Asriati Mira Anggraeni
26. Sofia Rita
27. Ratih Dwi Ch
28. Dyah Retno
29. Maharani Sonya
30. Rita Nurhaeni
31. R. Panji
32. Anggi
33. Arief
34. Ahmad Raya
35. Arizona Lestari
36. Tini
37. Nia
38. Daisy
39. Ety

Selasa, 14 April 2009

Ujung Kulon, 22 - 24 Mei 2009

Start:     May 22, '09 03:00a
End:     May 24, '09
Location:     Ujung Kulon
Di bulan Mei ada libur panjang niy..tgl 21 s.d 24 Mei 2009.
Buat temen2 yang pengen meninggalkan keramaian kota dan mencari suara alam plus berbasah-basah ayyok ke Ujung Kulon alias Taman Nasional ujung Kulon bareng-bareng...

Interest Point :
1. Pulau Peucang ( beaching, snokelan, diving )
2. Karang Copong ( sunset )
3. Tanjung Layar ( tempat paling ujung dari pulau Jawa, sambil liat mercusuar )
4. Padang penggembalaan Cidaun ( liat satwa liar )
5. Citerjun ( snokelan )
6. Pulau Heundeleum

Berangkat : 22 Mei 2009
Pulang : 24 Mei 2009
Peserta : Max 15 orang
Min. 14 orang

Sharing Biaya
Setelah dihitung itung biaya perorangannya sekitar Rp. 2.995.000,-
Wwhhat ??........
Hehe gak ding... perjalanan kita ini gaya backpackeran aja jadi biaya sharingnya cukup Rp. 495.000,- / perorang.

Biaya ini dialokasikan untuk :
- Transport Jakarta - Taman Jaya/Sumur PP
- Penginapan di P. Peucang
- Sewa Perahu
- Biaya tambat perahu
- Persediaan logistik/makanan selama trip
- Tiket masuk TNUK
- Guide dan tukang masak

Itinerary :

22 Mei 2009
Berangkat dari Jakarta jam 20.00 ke desa Taman Jaya/Sumur. Perjalanan +/- 7 - 8 jam.
Meeting point akan ditentukan sesuai kesepakatan.

23 Mei 2009
Setelah sarapan pagi kita langsung berlayar menuju P. Peucang selama +/- 3 jam.
Setibanya di pulau peucang setelah makan siang kita menuju Cibom dan treking menuju Tanjung Layar serta mengunjungi mercusuar disana.
dari Tanjung Layar kita kembali ke P. Peucang untuk melanjutkan trekking sore untuk melihat sunset di Karang Copong.
Abis dari sana istirahat dan menginap di P. Peucang

24 Mei 2009
Pagi-pagi kita ke padang penggembalaan Cidaun untuk melihat satwa-satwa liar.
Abis dari sana setelah puas beaching kita siap2 meninggalkan P. Peucang dan berlayar menuju Citerjun untuk snokelan , mancing atau ngambil gambar2 bagus disini. Kalo sempat mampir di P. Hendeulum.
Setelah puas kita menuju Taman Jaya/Sumur untuk persiapan kembali ke jakarta.

Yang perlu dibawa :

1. backpack/daypack
2. sepatu/sandal trekking
3. jas hujan
4. pakaian secukupnya
5. obat-obatan pribadi
6. Snack yang buuaaanyaaak ya.... soalnya ga ada warung di laut hehe..
7. Kamera. handycam.. (pasti !!! )
8. Senter, sunglases
9. Peralatan mandi.
10. Piring ma sendok ( buat jaga-jaga :)
11. Kebutuhan pribadi lainnya
12. Identitas pribadi
13. Pakaian renang/ snorkel/ pancing ( kalau mau snokel dan mancing )

Biaya ini tidak termasuk :
- Makan selama perjalanan Jkt - Tmn Jaya PP
- Travel insurance
- Pengeluaran pribadi / tips


Syarat- syarat peserta :

1. Sehat jasmani rohani
2. Setia kawan , baik hati dan tidak cengeng ( hehe...)
3. Bukan anak-anak.... :)
4. Mengikuti ketentuan trip dan prosedur keselamatan
5. Trip ini bersifat fun & adventure, trip bersifat sangat kondisional sekali sesuai keadaan lapangan/ cuaca.
5. Untuk pendaftaran silahkan mengirimkan nama , alamat lengkap, umur dan no. telp yang dapat dihubungi ke : jachrd@yahoo.com

Pembayaran :

Untuk konfirmasi kepastian keikutsertaan (booking ) peserta diharapkan membayar biaya sharing minimal sebesar Rp. 200.000,- melalui rek BCA no. 6900055305 an. Indra S.
Sedangkan sisanya bisa dibayarkan pas keberangkatan.
Setelah pembayaran mohon di konfirmasikan melalui SMS.

Untuk memudahkan cross check mohon waktu transfer menyertakan 3 nomor terakhir no telpon. contoh bila no telp teman berakhiran 324 maka jumlah transfer adalah ; Rp. 200.324,-

Pembayaran ini bersifat Non refundable ( tidak bisa dikembalikan ) tapi transferable ( dapat dipindahkan ke peserta/orang lain bila yang mendaftar berhalangan )

Salam,

Contack Person : INDRA ( 08176576740 )

Senin, 16 Maret 2009

Dieng




Ini Dieng itu Dieng...dingiiiiin.......

Cerita Perjalanan : Trip To Dieng 2009

Kami memulai perjalanan dari Bogor jam 06.00 pagi, kemudian menuju jakarta untuk menjemput yang lainnya. Jam 08.00 kami sudah memasuki tol Cikampek, dan ternyata oh ternyata semua warga Jakarta sepertinya punya pemikiran yang sama untuk segera ngacir dari Jakarta yang sumpek ke luar kota di pagi itu sehingga kami lumayan tertahan lama di tol karena macet-cetcet yang parah.

Trip kali ini kami menyusuri Pantura yaitu keluar tol belok kiri arah cikampek - subang - indramayu - cirebon ( tol nya aja )- brebes - tegal - pemalang - pekalongan.

Selama perjalanan beberapa kali berhenti di pom bensin buat ngisi bensin ama ngebuang-buang aer dan ngebuang yang laennya hehe.....trus juga di beberapa mesjid buat sholat. Rencananya sebelum masuk tol cirebon kita mo nyarap dulu, tapi karena nanggung akhirnya setelah keluar tol kita nyari2 warung untuk makan. Di pinggir 2 jalan itu kan banyak tuh bilbor apa spanduk warung2 yang nawarin segala macam makanan, dari tongseng, sate, nasi goreng, ikan bakar de el el. Nah kita cobain di salah satu warung. Makanannya sih biasa aja, yang bikin ga biasa..harganya  !!! gila bener2 ngegetok banget, sate kambing yang alot tapi tipis2 aja dihargai 23 rebu. nasi goreng yang ga tau rasanya 17 rb. Bueh... jadi pelajaran banget nih.. ( untung ga pesan minuman..kalo pesen berapaan ya? hehe..)

Akhirnya dengan senyum kecut kita tinggalkan warung itu dan melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan para crew di belakang nyanyi2 gak ada abisnya, pada kuat tuh batrenya.......

Menjelang magrib kita sampai di Pekalongan, cari penginapan dan langsung ke alun2 nyari gepuk yang terkenal itu. Abis dari sana ada yang langsung bobo ada yang masih ngobrol ampe malam.

Besoknya kita keliling Pekalongan nyobain kulinernya ( taoto ) dan liat2 batik, tadinya mo nawarin ke museum batik, tapi kayaknya dah puas dan pengen segera melihat Dieng, jadi abis zhuhur kita langsung cabut ke Dieng. Kita ngambil jalur Pekalongan - Kanjen - batur - Dieng karena dapat informasi kalau jalur weleri - Wonosobo - Dieng ada yang longsor. Untuk jalur Kanjen  Batur ini kita akan menemui tanjakan-tanjakan yang lumayan tinggi sehingga mobil juga harus berjalan perlahan-lahan. Memasuki hutan diiringi udara yang mulai dingin dan rintikan hujan. Sempat keder juga tapi ternyata mobil sanggup melalui tanjakan-tanjakan itu dan setelah melalui hutan kita akan bertemu dengan beberapa desa yang indah. Untuk yang melintasi jalur ini susah payahnya akan dibayar setimpal dengan keindahan panorama di kiri kanan kita, pokoknya membuat kita terpana.

Menjelang magrib kami sampai di Dieng, udara dingin nya sudah menyelusup ke tulang belulang kami, semua perlengkapan musim dingin dah terpasang lengkap di badan. Diantara gelapnya malam dan dinginya udara akhirnya kami sampai di penginapan yang di tuju, yaitu penginapan Bu Jono, penginapan yang terkenal dikalangan backpacker.

Disana langsung pesan kamar, dapat 1 kamar isi 2 tempat tidur dengan 4 selimut tebal !!

Dan malam itu dengan mulut yang mengeluarkan asap kalo pas bicara kami mencobain bakso ala Dieng.........anget anget.....

DIENG

Pagi hari anak-anak yang mau melihat golden sunrise dari puncak dieng dah harus bangun dari jam 04.00, soalnya kita nantinya harus treking sekitar setengah jam-an menuju puncak untuk mendapatkan pemandangan tersebut. Saya sendiri masih terlelap meringkuk kedinginan di kamar dan gak ikutan kesana hehe.........

Siangnya kita menjelajahi spot-spot menarik lainnya di sekitaran Dieng, ada kumpulan candi Arjuna yang merupakan candi Hindu dan dibangun sekitar abad 7 M gitu deh...

Ada juga candi gatot kaca dll.

Kemudian mengunjungi Kawah Sikidang ( dinamakan sikidang karena suka melompat-lompat kayak kijang/kidang ), disana nyobain kentang gorengnya yang disediakan diwarung2 sekitar itu. Kemudian ke beberapa danau dan kawah lainnya. Dari satu tempat ke tempat lainnya lumayan jauh juga lo ( maksudnya harus pake kendaraan secara Dieng itu luas sekali ). Eh ada juga tuh yang nyobain purwaceng yang dijual disana hehe....

 

Senin, 02 Maret 2009

Wisata Tabuik, Padang

Pesta Tabuik, Ritual Muharram di Pariaman

Pariaman.., tadanga langang, batabuik mangkonyo rami...

Penggalan lirik lagu gamad Minang di atas, memang terbukti sekali kenyataannya. Lirik itu memberi gambaran, betapa Pesta Tabuik yang menjadi ritual budaya di Kota Pariaman, sangat ditunggu urang piaman, baik yang ada di kampung halaman --Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman-- ataupun yang berada di perantauan. Tak hanya mereka, orang lain, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara, menjadikan ritual ini sebagai iven yang wajib tonton. Mengingat keunikannya yang jelas berbeda dengan ritual yang sama di Bengkulu.

Pada Minggu, 11 Januari 2009 lalu Pesta Tabuik ini telah dihelat yang disaksikan ribuan orang. diantaranya para Pejabat Pusat dan Daerah serta Duta Besar Iran.  Ritual ini menggambarkan kisah Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW yang meninggal dipancung musuh-musuhnya di Padang Karbala, Irak. Adalah tradisi kaum Syiah di Irak meratapi peristiwa itu, yang kemudian tradisi tersebut meluas ke berbagai negara muslim. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa meninggalnya cucu Rasulullah juga diadakan di Bengkulu. Namun, pelaksaan tradisi itu juga menjadi berbeda-beda di setiap tempat.

Di Pariaman, Festival Tabuik ini telah dimulai pada tahun 1824. Ketika itu, pelaksanaan pertamanya diprakarsai para pedagang Islam beraliran syiah yang datang dari berbagai daerah dan negara, seperti Aceh, Bengkulu, Arab dan India. Karena tidak ada penolakan terhadap tradisi tersebut oleh masyarakat Pariaman, kemudian perayaan Tabuik itu dilaksanakan setiap tahun.

Pesta Tabuik ini, dulu dikenal sebagai ritual tolak bala, yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharram (kecuali tahun 2004, Pesta Tabuik tidak digelar karena jadwalnya berdekatan dengan pelaksanaan pemilihan umum). Lokasi utama Pesta Tabuik biasanya berada di obyek wisata Pantai Gondoriah, sekitar 65 kilometer arah utara Kota Padang. Tabuik dilukiskan sebagai  'Bouraq', binatang berbentuk kuda bersayap, berbadan tegap, berkepala manusia (wanita cantik), yang dipercaya telah membawa arwah (souls of the) Hasan dan Husein ke surga. Dengan dua peti jenazah yang berumbul-umbul seperti payung mahkota, tabuik tersebut memiliki tinggi antara 10-15 meter.

Puncak Pesta Tabuik adalah bertemunya Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua tabuik itu dihoyak dengan ditingkahi alat musik tambur dan gendang tasa. Petang hari kedua tabuik ini digotong menuju Pantai Gondoriah, dan menjelang matahari terbenam, kedua tabuik dibuang ke laut. Dikisahkan, setelah tabuik dibuang ke laut, saat itulah kendaraan bouraq membawa segala arak-arakan terbang ke langit (surga).

Sebagaimana pesta rakyat, maka Pesta Tabuik berlangsung sangat meriah. Biasanya juga diramaikan dengan sejumlah pentas kesenian oleh anak nagari, seperti tari-tarian hingga debus ala Minang. Pengunjung pun selain dapat menyaksikan hoyak tabuik dan pembuangan tabuik ke laut, juga dapat membeli oleh-oleh mulai dari souvenir hingga makanan khas seperti sala lauak (penganan dari goreng tepung yang berbentuk bola-bola) dan ikan maco Pariaman yang terkenal gurih.Atau kalau lapar, bisa makan nasi Sek (seribu kenyang) di pondok-pondok makan yang ada di sepanjang Pantai Pariaman.

Sebagai potensi obyek wisata, Pesta Tabuik juga membawa dampak ekonomis yang akan dirasakan oleh masyarakat Kota Pariaman. Konon, penyelenggaraan Pesta Tabuik rata-rata menelan dana sekitar 250 juta rupiah. Namun transaksi jual beli yang didapat dari kehadiran turis-turis pada pesta ini bisa bernilai Rp 5 miliar. Itu sebabnya, bagi masyarakat Pariaman, Tabuik ”wajib” menjadi kalender wisata tahunan.

* Diolah dari berbagai sumber