Tampilkan postingan dengan label backpacker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label backpacker. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Januari 2012

KL - HATYAI - PENANG

Start:     Jan 20, '12 04:00a
End:     Apr 20, '12
Location:     HATYAI, PENANG
Tanggal : 20 s/d 23 Aril 20112

Berangkat : Dah pasti banget.

Itinerary :

JUM'AT
20.30 Penerbangan ke Kuala Lumpur by AirAsia
22.30 Sampai di bandara LCCT Kuala Lumpur

SABTU
01.00 Cek in Hotel (dinihari)
05.00 Subuh Ke Menara Petronas (bila berminat)
07.00 Kembali ke hotel
08.00 Menuju Hatyai, Thailand by bus
20.00 Cek in Hotel
21.00 Makan dan shopping ,nonton cabaret show (optional)

MINGGU
08.00 Keliling Hatyai ( sleeping budha, wat hatyai, dll)
13.00 Keliling Tradisional market
15.00 Menuju Penang by van bus
20.00 Cek in hotel
21.00 Makan dan shopping

SENIN
08.00 Mengunjungi pagoda dan museum
10.00 Keliling pasar cari souvenir
12.00 Ke bukit bendera
17.00 Menuju bandara
20.00 Terbang ke jakarta

Biaya all in : Rp. 1.750.000,-

Untuk : Hotel, transfer bandara-hotel-bandara, tiket bus KL-Hatyai - Penang, Sewa tuk--tuk.

Nggak termasuk : Tiket pesawat dan makan

Berminat ikut ? Kirim data diri ke jachrd@yahoo.com

Tks

KL - HATYAI - PENANG

Start:     Jan 20, '12 04:00a
End:     Apr 20, '12
Location:     HATYAI, PENANG
Tanggal : 20 s/d 23 Aril 20112

Berangkat : Dah pasti banget.

Itinerary :

JUM'AT
20.30 Penerbangan ke Kuala Lumpur by AirAsia
22.30 Sampai di bandara LCCT Kuala Lumpur

SABTU
01.00 Cek in Hotel (dinihari)
05.00 Subuh Ke Menara Petronas (bila berminat)
07.00 Kembali ke hotel
08.00 Menuju Hatyai, Thailand by bus
20.00 Cek in Hotel
21.00 Makan dan shopping ,nonton cabaret show (optional)

MINGGU
08.00 Keliling Hatyai ( sleeping budha, wat hatyai, dll)
13.00 Keliling Tradisional market
15.00 Menuju Penang by van bus
20.00 Cek in hotel
21.00 Makan dan shopping

SENIN
08.00 Mengunjungi pagoda dan museum
10.00 Keliling pasar cari souvenir
12.00 Ke bukit bendera
17.00 Menuju bandara
20.00 Terbang ke jakarta

Biaya all in : Rp. 1.750.000,-

Untuk : Hotel, transfer bandara-hotel-bandara, tiket bus KL-Hatyai - Penang, Sewa tuk--tuk.

Nggak termasuk : Tiket pesawat dan makan

Berminat ikut ? Kirim data diri ke jachrd@yahoo.com

Tks

Minggu, 13 Februari 2011

It's Time to Travel

Karena salah mencet pas booking pesawat online terpaksalah pagi-pagi selewat tengah malam kita semua dah bangun dan bersiap-siap untuk segera berangkat ke pool mobil Damri.Mencek satu persatu lagi barang bawaan, membangunkan anak2 yang masih sempoyongan dan menghitung tiket2 pesawat.  Saat booking saya ga sadar kalau waktu keberangkatan yang dipilih ternyata jam keberangkatan paling pagi, jam 7.20.....
Dengan perhitungan 2 jam sebelum departure dah harus sampai di bandara, 2 jam diperjalanan dengan bis Damri, 0,5 jam dari rumah ke pool Damri dan 1 jam persiapan di rumah maka jam 2 pagi kami dah bangun dan sibuk cek dan ricek kembali.  Taxi untuk mengantar ke pool dah di hubungi sehari sebelumnya dan dah dikonfirmasi lagi tadi siang, namun ketika jam nya sudah lewat sang taxi malah belum datang, padahal biasanya setengah jam sebelum waktu penjemputan si taxi dah nongkrong di depan rumah. Kekhawatiran pun muncul, bagaimana kalau si taxi lupa? apa alternatif kita untuk keberangkatan kesana? naik angkot? naik ojek? bangunin tetangga buat nganterin? 
kayaknya semua alternatif kalaupun bakal dijalankan maka akan butuh waktu lama..dan itu akan membuat kami semua bakalan telat sampai ke bandara tepat waktu. Selain itu di tempat kami memang tidak ada taxi yang berlalu lalang di jalan seperti di Jakarta, kalaupun ada itu pasti pesanan seseorang.  

Untunglah hanya beberapa menit setelah waktu penjemputan yang dijanjikan akhirnya si taxi datang, sepertinya si sopir rada bingung mencari lokasi penjemputan kami sehingga butuh waktu tambahan untuk menemukannya.

Hanya butuh waktu 20 menit untuk mencapai pool Damri di tengah malam itu,dengan jalanan yang lapang dan sepi. Sempat juga melewati sebuah  pasar pagi yang rame banget kayak pasar di siang hari.

Sesampai kami di pool Damri yang khusus mengantarkan penumpang menuju bandara Soeta, bus pertama di pagi itu sudah siap2 untuk berangkat, dan beberapa menit setelah rombongan kami memasuki bus, kendaraan itupun segera berangkat. Loket pembelian tiket belum buka dan sang kondektur yang menagih pembayaran di atas mobil terlihat banget baru bangun dari tidurnya yang nyenyak namun  di tutupi dengan pakaian seragam batiknya yang bagus. Yap, ini dini hari dan semua orang tampil dengan "mengantuk style". 

Waktu standar perjalanan adalah 2 jam, namun karena jalanan sepi dan perjalanan lancar 1 jam 10 menit kemudian kami sudah sampai di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soetta. Begitu turun dari bis kami segera mencari Musholla yang ada di sana untuk sholat Shubuh dan sebagian mencari toilet. Sempat bolak balik dari ujung ke ujung terminal itu karena sedikit bingung dengan petunjuk keberadaan Mushola yang ternyata berada di masing2 ujung terminal.
Sehabis sholat beberapa orang yang belum punya dollar Singapore atau Ringgit Malaysia berusaha mencari money changer yang biasanya ada di tingkat bawah terminal kedatangan namun gagal karena ga satupun booth2 yang buka di pagi itu. Waduh saya kira mereka buka 24 jam, kan penerbangan disana aktif 24 jam. Ya udah ntar dicoba liat money changer yang berada di dalam saja sesudah pemeriksaan imigrasi siapa tau dah buka.

Selesai urusan sholat dan toilet rombongan kami segera memasuki lokasi check in. Cukup 2 orang yang antri sambil membawa tiket dan paspor anggota rombongan yang lainnya di depan booth self check in AirAsia yang ditungguin 3 orang petugasnya yang akan bertugas juga untuk memungut airport tax dan membagikan immigration card karena tidak ada satupun dari kami yang punya bagasi. Kelar urusan chek in dan bayar airport tax sekarang urusan beralih ke acara tulis menulis kartu imigrasi. Pertama cari tempat duduk dulu..namun sebagian saja yang dapat karena terbatasnya tempat duduk di sini. Kedua cari meja untuk menulis dan tak menemukan satupun, kalaupun ada dah ada yang menempati. Akhirnya masing2 kepala keluarga menulis di meja counter check in  beberapa penerbangan yang belum buka. Cukup lama di sesi ini karena karena kartu diisi hanya oleh bapak2nya aja, sementara anak2 dan para ibu tinggal duduk manis menunggu selesai diisiin dan tinggal tanda tangan.
Kemudian rombongan bergerak menuju loket imigrasi, yang kecil2 sambil di gendong orang tuanya  barengan menuju meja petugas, sementara yang remaja tanggung bawa paspor sendiri2 untuk di cap imigrasi. Selewat meja imigrasi kami belok kanan mencari kaunter money changer yang ada disana, but poor.... kaunter itupun belon buka, wak terpaksa nih nuker duit ntar sesampe di Singapore. Ya udah kami berbalik lagi ke arah kanan dari loket imigrasi menuju gerbang D1-D7 di ujung terminal. Eh tapi sebelum sampai disana kami melewati sebuah money changer yang sudah ada
petugasnya, dan salah satunya terlihat sedang melayani seorang bule yang lagi nuker, segeralah kami berhenti disana dan ikutan nuker duit. Dollar Singapore emang lagi kuat bulan ini, Jadi ratenya lebih tinggi daripada yang kami duga, kalau Ringgit sih normal sama kayak terakhir kali kesana. 
Sebelum memasuki gerbang kami berhenti dulu duduk untuk menghabiskan persediaan air minum dan makanan kecil yang dibawa, namun kayaknya para si bolang yang mungkin terlalu antusias untuk mengikuti trip ini kehilangan nafsu makannya, hanya sedikit yang tertarik untuk menyentuh makanan.
Beberapa orang ibu dan anak2 kembali nyari toilet hehe...

Sepuluh menit kemudian kami sudah berada di gerbang keberangkatan di D4, dan baru saja terlihat koran hari ini di pasangkan di newspaper hang di ruangan itu panggilan untuk boarding dah terdengar. Seperti biasa penumpang dengan hot seat dipanggil lebih dahulu dan kemudian baru disusul oleh penumpang lainnya. Kami semua telah dipesankan seat
supaya dapat duduk berdekatan dan tidak terpisah-pisah, anak2 di bagian kanan dan orang tuanya dibagian kiri. Dan layaknya anak2 sebagian dah ribut rebutan kursi, ada yang mau deket jendela, ada yang maunya ditengah atau bahkan kursi  dekat jalan. Keributan baru berakhir ketika pesawat sudah bergerak untuk taxi menuju lapangan pacu.


Anak-anak kembali ribut ketika pembagian makanan tiba, kebetulan pas melakukan booking saya hanya konsen pada pemesan makanan dimana setiap anak harus mendapatkan satu menu yang disediakan, saya tidak sempat lagi mensurvei apa kesukaan dari setiap anak. Jadi begitulah, setiap anak mendapatkan menu kejutan dari si pramugari, ada yang sesuai selera ada yang nggak haha.....

1 jam kemudian ada pemberitahuan dari kapten bahwa pesawat akan mendarat 15 menit lebih cepat dari jadwal.


Begitu mendarat beriringan kami keluar dari pesawat dan langsung menuju imigrasi, selesai dari imigrasi langsung naik monorail menuju terminal 2. Sesampai di sana keliling sebentar nyari toilet lagi (kayaknya ga boleh liat tanda toilet  selama perjalanan ini, tiap liat tanda itu pasti deh mampir :)


Beberapa orang anak pas keluar toilet keluar dengan wajah bingung. " kok ga ada airnya?". Beberapa balik lagi dengan bawa botol aqua hehe.....

Sementara itu kami menemukan water tap disekitar itu dan langsung antri buat ngisi botol air yang kosong (uhui..ga mau rugi)

Selesai urusan toilet kami segera turun menuju terminal MRT, sampai disana tuker duit receh dulu di loket dan kemudian beli tiketnya di ticket machine.
Di Tanah Merah station ganti kereta menuju Kallang Station. Keluar dari station sesuai dengan peta yang udah di print dari inet kami menyusuri jalan selurusan jalur MRT tadi, sampai di persimpangan berbelok ke kanan menyeberangi jalan memasuki jalan lorong 1. Kurang lebih 300 m kemudian ketemu jalur Jalan Geylang Besar. Dari sini kami belok kiri menyusuri jalan tersebut. Lumayan lama jalannya sehingga para si bolang pada ngeluh pegel dan nanya-nanya terus nyampainya kapan.  Yah berhubung ini juga pertama kalinya saya kesini rada bingung juga dan ngejawab standar " bentar lagi sampai" hehe....

Lorong 6 dah ketemu, trus lorong 8 di sebelahnya, wah hampir sampai nih karena tujuan kita adalah lorong 10. Dengan pasti saya memimpin di depan menyebrangi jalan memasuki lorong 10 dan benar saja di sebelah kiri jalan terlihatlah hotel yang telah kita booking jauh2 hari. Namanya Fragrance Sapphire hotel.

Ini penampakannya.




Cuman sayang sekali  sesampai disana waktu baru menunjukan jam 11.30, padahal udah di leletin nih jalan. Check in time memang normalnya jam 15.00, namun saya coba untuk minta early check in sama resepsionisnya. Petugasnya setelah mencek konfirmasi bookingan kami bilang dia bisa kasih early check in tapi ntar jam 13.00 jadi silahkan menunggu.
Yah mo nunggu dimana wong di depan resepsionis cuman ada sofa yang muat 3 orang aja padahal rombongan kita segini banyak. Sepertinya memang hotel sengaja di desain dengan tidak ada kursi di lobby sehingga setiap tamu harus segera menuju room masing2.

Ya sudahlah, ibu-ibu ngajak nyari makan dulu dan sesuai info di inet kami segera menuju lorong 11 di seberang jalan untuk mencari restauran padang itu.
Tapi ga ada restaurant padang disana, adanya rumah makan china di persimpangannya, sedangkan di sepanjang jalan lorong 11 itu adanya gedung perkantoran doang.

Waduh, bagaimana ini. Kami berusaha menyusuri jalan Geylang besar lagi, siapa tau kelewatan, tapi nihil juga, akhirnya balik arah lagi kembali ke lorong 8, di seberangnya malah ketemu mesjid tapi ngga terlihat warung muslim di sebelah2 nya. Rombongan dah mulai gelisah, anak-anak mulai berkicau lagi. Nanya ke Cici pemilik warung tempat muslim food sekitaran situ, beliau menunjuk sebuah kedai makan di persimpangan lorong 8, tapi kok ya di depan warung tulisan china semua, ga ada englishnya, yah kemana lagi nih. Ah kali aja ada disampingnya cuman ga kelihatan aja dari sini. Akhirnya kami samperin warung makan tsb. Asli dari merk dan papan warung ga ada yang menunjukan itu menyediakan halal food, tulisan menu semua dalam aksara china. Saya segera menuju ke jalan disampingnya sapa tau ada warung yang keselip disana. Tiba2 ibu memanggil saya kembali karena si pemilik warung yang kami samperin itu memberitahukan bahwa mereka menyediakan moeslim food namun ada di bagian dalam warung, jadi kami harus melewati warung chinese food itu lebih dahulu baru ketemu bufet yang menyediakan makan halal. Dan benar saja ketika kami sampai di bufet itu di kaca depannya tertulis "Masakan Padang" di sebuah kertas folio kecil......!!!  (pantesan kaga ketemu')

Disana terhampar makanan yang dah familiar dengan kita, ada telor dadar,telor bulet, cumi, ikan goreng, udang balado, kentang goreng, pergedel dll. Yummy...
Satu lauk dengan sayur S$2,5 , lauknya 2 jadi S$5, standarlah, cuman minumannya rada mahal, contohnya 2 teh ama 2 gelas air putih kena S$ 2,5, padahal dulu sempet nyoba di warung india segelas teh cuman 30 sen.

Perut kenyang dan badan perlu istirahat, kami pun kembali ke hotel. Dan dah boleh check in, kunci diterima kamipun segera menuju room masing2.

Ini salah satu ruangannya dengan fasilitas TV LCD.


 


Sabtu, 23 Januari 2010

SEDIKIT TIPS UNTUK TRIP KE SUMBAR

Temans yang suka ngetrip mungkin pernah berencana mau ngetrip ke daerah Sumatra Barat atau ke Padang, di bekas kerajaan Minangkabau tersebut memang terdapat banyak daerah wisata yang layak dikunjungi baik wisata alam maupun budaya.

Disini saya pengen sekedar sharing beberapa informasi yang mungkin dapat membantu para temans yang berniat mo kesana, gak banyak tapi semacam overview aja, kalau ada yang mo nambahin ya monggo...........

Pilihan Transportasi Dari Jakarta

1. Pesawat Udara

   Pelabuhan udara di Padang bernama Bandara Internasional Minangkabau. Semua armada udara nasional mempunyai rute kesana setiap harinya. Cuman kalau Etihad,SQ,MAS, Qantas atau Viva Macau kayaknya belon buka jalur kesana deh hehe........
Biaya sekitar 300rb sd 600 rb.

2. Jalan Darat

Bus umum ; ada beberapa armada bis yang mempunyai jalur Jakrta - Padang atau ke kota-kota lainnya di Sumatera Barat seperti tujuan Bukittinggi atau Lubuk Basung antara lain. Perusahaan oto bus ANS, Lampung Jaya, Tansport, Lubuk Basung Jaya dan Lorena.
Terdiri dari kelas Ekonomi , AC dan Super Executive (SE). Biasanya perusahaan bis tersebut memberangkatkan para penumpang dari terminal Rawamangun. Sedangkan bis ANS dan Lorena dari pool mereka masing-masing. Setahu saya ANS mempunyai pool di Jl.Pemuda Rawamangun dan PO. Lorena di Bogor dan Lebak Bulus.
Biaya dari 200 rb s/d 550rb.

 Kendaraan Pribadi  ; bila menggunakan kendaraan pribadi temans akan melewati jalur Jakarta - Merak - naik Ferry - Bakaueni - Bandar Lampung - Baturaja - Lahat - Jambi - Muaro Bungo - Solok : kiri ke Padang, kanan ke Padang Panjang menuju Bukittinggi. Perjalanan ini normalnya  membutuhkan waktu 36 jam dengan bus umum dan lebih sedikit lama untuk kendaraan pribadi karena ditambah waktu untuk beristirahat di malam hari.

Di Sumatera Barat

1. Bila menggunakan pesawat maka akan mendarat di bandara BIM, di sana para temans akan ditawari kendaraan untuk menuju pusat kota, pilihannya bisa menggunakan taxi, bis bandara Damri atau mobil charteran atau taxi liar, disana lengkap :)
Untuk pilihan yang murah dan aman silahkan ambil bis Damri, kendaraanya biasa parkir di depan lokasi parkir bandara di depan pintu kedatangan. Bisa juga dengan taxi, bisa dipesan di counter2nya di bandara. Terakhir saya kesana tarif bis Damri Rp. 15.000.

2. Bila menggunakan bis maka temans akan diturunkan di pool masing-masing yang tersebar di penjuru kota Padang, Po.ANS di Jl. Ulak Karang dan Lorena di daerah Lubuak Begalung.

Untuk akomodasi ada beberapa tempat disana. Ini ada beberapa alamat hotel yang saya ambil dari situs pemprov Padang  :

1. Hotel Asoka Pharmin, Jl. Mangunsarkoro 36

2. Hotel Benyamin, Jl. Bagindo Aziz Chan 19

3. Hotel Bumi Minang (****) Jl. Bundo Kandung 20 -28

4. Cavery Beach Hotel, Jl.Padang Painan km 12

5. Dipo Internasional Hotel, Jl. Diponegoro 13

6. Hotel Femina, Jl. Bagindo Aziz Chan15

7. Hotel Inna Muara (***)  Jl. Gereja 34

8. Hotel Pangeran Beach (***) Jl.Juanda 79

Ok segitu dulu ya, berikutnya saya akan cerita sedikit tentang must visit place di Sumbar.


Minggu, 22 November 2009

The Last Laskar Pelangi Trip

Kenapa saya bilang ini mungkin trip Laskar Pelangi yang terakhir ? Ini dikarenakan salah satu situs wisata wajib dari setiap trip Laskar Pelangi  dalam waktu dekat ini akan punah. Situs itu yaitu Replika sekolah anak-anak laskar pelangi yang didirikan di bekas tanah dimana sekolah anak-anak laskar pelangi benar-benar berdiri dulunya sekarang hanya tinggal rangkanya sajanya seperti terlihat pada gambar. Atap dan dinding sekolah sudah hilang dan tinggal kayu tiang  dan sepotong kayu besar yang menyangga sekolah ( ciri khusus sekolah itu ) yang hampir rubuh. Sehingga bila replika sekolah tersebut benar-benar hilang maka kalaupun masih ada tour Laskar Pelangi maka tour tersebut tidak akan pernah lengkap lagi. Kabarnya hilangnya atap dan dinding sekolah tersebut diambil oleh penduduk setempat yang memang tidak tahu, tidak peduli dan tidak juga merasakan manfaat dari keberadaan situs tersebut.Tapi sehubungan dengan akan diluncurkannya film sekuelnya yaitu Sang Pemimpi, mungkin akan ada tambahan beberapa tempat lainnya di Belitung yang akan menjadi situs wisata baru.

Saat ini saya ingin menceritakan perjalanan kami yang diadakan tanggal 14 s.d 15 November kemarin. Walaupun trip ini termasuk perjalanan yang singkat, tapi secara kualitas sangat bagus karena kami bisa mengunjungi semua tempat-tempat "must be visit " disana secara pulau Belitung sebenarnya tidaklah terlalu besar. Kami mengunjungi pulau-pulau di sekitaran Belitung Barat, 6 pantai, 3 sungai, dan 5 situs wisata disana.

Kami mendapatkan tiket Sriwijaya untuk penerbangan pagi jam 6.20. Sehingga saya sudah berangkat dari rumah dari jam 2.30 wib dinihari untuk mengantisipasi jarak tempuh yang lumayah jauh dari rumah ke bandara. Jam 3.00 bis damri yang membawa penumpang menuju bandara termasuk saya sudah berangkat dari poolnya. Dan jam 4.15 bis sudah memasuki bandara, perjalanan kali ini termasuk cepat dari biasanya yang butuh waktu 2 jam menuju bandara mungkin dikarenakan perjalanan yang dilakukan dini hari sehingga jalan terbebas dari macet dan bis bisa mengembangkan kecepatan dengan maksimal.
Karena waktu yang masih lama dan kantuk yang masih mendera akhirnya saya tidur-tiduran di kursi teras bandara itu, cukup banyak terlihat penumpang di pagi itu baik yang lagi duduk-duduk maupun lagi tiduran seperti saya. Setelah melaksanakan shalat Subuh saya menuju pelataran loket Sriwijaya yang berada di terminal 1 B sesuai janjian dengan teman-teman yang akan berangkat bersama ke Belitung. Disana sudah ada menunggu beberapa teman yang selalu kontak dari tadi, tidak menunggu  lama anggota rombongan sudah lengkap semua dan kami segera ikut antrian masuk ke ruangan chek in. Di konter Sriwijaya tujuan Tg Pandan tidak banyak terlihat penumpang yang antri sehingga kami tidak terlalu lama antri disana. Untuk penerbangan ke Tg Pandan ini kelihatanya Sriwijaya sangat on time. Jam 6 tepat pintu boarding sudah dibuka dan jam 6.20 tepat roda pesawatpun bergulir menuju lapangan pacu dan terbang menuju pulau Belitung.

50 menit penerbangan kami sampai di lapangan udara HAS Hadjanoedin, sebelumnya dari atas saya melihat pulau Belitung yang sebagian terlihat bolong-bolong akibat bekas galian timah baik yang resmi maupun tidak resmi, untuk yang ini pulau Belitung terlihat tidak begitu cantik.

Begitu keluar dari pesawat teman-teman yang punya jiwa narsis  lebih segera mengabadikan diri di lapangan tsb termasuk di depan plang nama lapangan udara, dan itu memakan waktu yang tidak sebentar sehingga petugas lapanganpun jadi termangu-mangu melihat turis lokal yang histeris ini ( thanks pak atas diberi kesempatan lebih ini....)

Kelar dari poto2 di lapangan terbang kami segera keluar dari pintu kedatangan dan segera di sambut oleh host kami yang telah menunggu dari tadi. Pak itho kalau gak salah namanya ( maaf pak kalau salah hehe.....). Segera kami menaiki kendaran yang sudah di sediakan dan segera melaju menuju kota Tanjung Pandan. Pemandangan yang pertama kami lihat adalah begitu bagusnya jalan-jalan disana dan yang lebih penting sepi kendaraan.......... Kami melaju tanpa terkendala macet , hanya ada satu dua kendaraan yang lewat dan sehabis itu kami juga melalui daerah yang kiri kanannya menyerupai hutan karena rimbunnya pepohonan disana. Setelah melalui hutan itu barulah kota Tanjung Pandan terlihat, tujuan kami kesini adalah mencoba Mie Belitong yang terkenal itu. Mie belitong terdiri dari mie yang ditambahi mentimun, tahu ,kerupuk dan disiram dengan kuah seperti kuah empek-empek tapi rasanya lebih manis, namun rasa manis itu segera saya tambahin dengan sambel yang tersedia disana dan sesuailah dengan selera saya yang lebih menyukai makanan dengan rasa pedas.
Harganya murah meriah, hanya Rp 7.000,- per porsi.

Sehabis dari sana kami dibawa oleh pak itho ke lokasi yang bernama Tanjung Berahu dan Tanjung Binga. Dari sini terlihat pemandangan pantai yang luar biasa indah. Disini tersedia penginapan berbentuk cottage. Sehabis bernarsis ria lagi kami kembali menaiki kendaraan menuju penginapan kami di daerah Tanjung Kelayang. Disepanjang perjalanan itu saya melihat perkampungan Bugis dengan beberapa kapal layar yang sedang dalam proses pembuatan.

Disini kami segera menurunkan barang bawaan di kamar hotel yang disediakan dan bersiap untuk berwisata air ke pulau-pulau sekitaran Belitung Barat ini. Sementara kapal kami sudah siap dan nasi box juga sedang dipersiapkan.

Pulau-pulau yang kami kunjungi adalah :
1. Pulau batu yang berbentuk kepala anjing, disini kami tidak merapat karena pulau itu memang tidak bisa di tambati kapal.
2. Pulau Burung, pantainya berpasir halus dan indah,disini tempat bagus untuk snorkling dan mempunyai bebatuan yang berbentuk kepala burung di pantainya.
3. Pulau Lengkuas, disini terdapat sebuah mercusuar tua yang dibangun Belanda pada th 1884, pengunjung bebas menaikinya kecuali kalau lagi hujan karena takut ada petir yang menyambar, saat disana hujan mengguyur deras sehingga kami menunggu lama untuk bisa menaiki mercusuar karena harus menunggu hujan reda, thanks untuk pak petugas mercusuar...
4. Pulau Babi, sebuah pulau kecil yang indah dengan deretan batu-batu unik di lepas pantainya, yah disini mirip mirip phi phi island lah... (sok teu hehe..) tapi sumpe deretan bebatuannya indah dan unik sekali. Informasinya Ini tempat paling strategis untuk melihat sunset.
5. Pulau Batu Berlayar, sebuah pulau kecil yang indah lainnya yang mempunyai batu besar banget sehingga kalau dari jauh terlihat seperti layar kapal diatas air.
 

Setelah menikmati sunset yang gak penuh ( soalnya lagi banyak awan sore itu ) kami kembali ke hotel.

Malamnya mulailah kami berwisata kuliner ke kota Tanjung Pandan. Disebuah rumah makan kami memesan Gangan makanan khas Belitung yang berupa gulai Kepala Ikan Kerakap beserta makanan seafood lainnya. Hidangan Gangan lumayan mahal seharga Rp. 85.000,- per mangkok. Setelah itu kami juga diajak pak itho mencoban Cumi Bangkong alias cumi besar yang dikeringkan dan ketika akan dimakan harus di panggang dulu diatas bara dan dimakan dengan cocolan saus pedas. Makanan ini termasuk makanan cemilan bukan makan besar dan dimakan sambil melakukan kegiatan lain seperti ngobrol dan ngopi. Setelah itu kita mengunjungi Pantai Tanjung Pendam yang mirip seperti daerah Ancol dimana tempat muda mudi beradu janji. Disana juga terdapat berbagai cafe dan toko-toko.

Besoknya jam 6.00 pagi kami sudah siap chek out dari hotel dan segera memulai perjalanan napak tilas laskar pelangi.
Tempat-tempat yang kami kunjungi kebanyakan berlokasi di Belitung Timur.

1. Tanjung Tinggi, masih di Belitung Barat lokasi shooting Laksar Pelangi dan Sang Pemimpi.
2. Sijuk, tempat banyak terdapat rumah tradisional melayu belitung dan terkenal dengan kebun duriannya.
3. Vihara Dewi Kwam Im, ditemukan kembali puluhan tahun yang lalu, umurnya diperkirakan sudah 200 th labih yaitu sejak pemukim China pertama kali datang ke Belitung.
3. Pantai Burung Mandi
4. Kota Manggar dimana terdapat toko kapur Aling, kedai kopi Akiong, pasar Manggar dll.
5. Kecamatan Gantong, dimana tempat sekolah anak-anak Laskar Pelangi berada.
6. A1,  Lokasi rumah petinggi tambang timah zaman dahulu dimana Flo berada.
7. Bukit Samak , disana terdapat sebuah restoran dan melihat pantai-pantai sekitar Belitung timur dari ketinggian.
8. Bendungan Peer ( kalau ga salah..) peninggalan zaman Belanda
9. Sungai Lenggang dimana tokoh tokoh Laskar Pelangi pernah beraktivitas.
10. Pantai Nyiur Melambai.

Puas berkeliling dan take picture buanyaak banget kendaraan yang membawa kami kembali menuju arah Belitung Barat untuk mencapai bandara segera karena kami dijadwalkan terbang jam 14.45, Sempat deg-degan juga karena jam sudah menunjukan pukul 12.15 dan setidaknya kami sudah harus berada di bandara jam 13.15. untuk chek in. Namun pak itho memang supir yang top, dengan mengambil jalan pintas kami bisa mencapai bandara jam 13.15 pas. Tapi ternyata bandara belum buka !!...
Kesempatan itu kami manfaatkan untuk beli oleh-oleh disekitaran bandara dan sholat. Jam 13.45 ruangan chek in pun dibukan dan setelah pamit dengan pak itho yang telah menemani selama ini kami segera masuk untuk chek in dan duduk di ruang tunggu.
Pas kami masuk hujan deras segera mengguyur bandara, pesawat Sriwjaya pun terpaksa menunda keberangkatan karena keadaan cuaca yang tidak memungkinkan itu. Setelah reda barulah penumpang diperkenankan untuk naik dan kami segera terbang menuju Jakarta kembali. Lamat-lamat pulau Belitung kami tinggalkan dengan banyak kenangan disana.
Sekitaran jam 5 pesawat sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta, dan kami berpisah dengan teman-teman disana untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah. See u all friend.... semoga bertemu di trip lainnya. Thanks for join..........